Perpusdes Kurangi Kemiskinan

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

SUSUKAN–Pemkab Semarang terus mendorong berdirinya Perpustakaan Desa (Perpusdes). Hal tersebut untuk meningkatkan tingkat baca masyarakat, sehingga mengurangi kemiskinan warga.

“Warga yang bisa membaca akan memiliki pengetahuan dan ketrampilan untuk meningkatkan kesejahteraannya,” kata Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Semarang, Ngesti Nugraha saat penilaian lomba perpustakan desa tingkat Jawa Tengah, Senin (30/5) kemarin. Pada kesempatan tersebut, Perpusdes Desa Timpik Kecamatan Susukan berhasil terpilih menjadi enam Perpusdes se-Jawa Tengah.

Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Semarang, Nelly Rahmawaty mengatakan bahwa meski baru seumur jagung, Perpusdes Timpik telah mampu menunjukkan kiprahnya mencerdaskan warga. “Perpustakaan yang dirintis sejak tahun 2012 oleh beberapa tokoh perempuan di desa perbatasan dengan Kecamatan Kaliwungu ini memiliki aspek kemandirian yang tinggi,” kata Nelly.

Kemandirian para pengelola antaralain berinisiatif mendirikan Perpusdes tanpa menunggu bantuan dari pihak luar. Berdasarkan dari hasil penilaian administrasi wakil perpustakaan dari 35 kabupaten/kota, telah terpilih enam yang terbaik. Yakni wakil dari Kabupaten Sukoharjo, Sragen, Cilacap, Kebumen, Wonosobo dan Semarang. “Setelah peninjauan lapangan untuk mencocokkan data administrasi yang kami terima dengan kondisi nyata, akan ditentukan satu perpustakaan terbaik,” katanya.

Dari beberapa indikator penilaian, aspek kemandirian memiliki nilai yang cukup tinggi. Diakuinya, hingga saat ini masih banyak warga terutama di wilayah pedesaan yang belum memiliki akses untuk membaca buku-buku berisi ilmu pengetahuan. Karenanya, keberadaan perpustakaan desa menjadi salah satu layanan lini terdepan untuk menyediakan bahan bacaan bermutu bagi warga desa. “Diperlukan kreativitas dari para pengelola perpustakaan desa agar warga mau datang untuk membaca buku. Beberapa jenis layanan di Perpusdes Timpik ini cukup kreatif,” katanya.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Siswa Diajak Outbond di Tinjomoyo

SEBANYAK 267 siswa- siswi kelas XI SMA Kesatrian 1 Semarang mengikuti Outbond Education 2016, Rabu (4/5). Semua peserta berjalan kaki bersama sekaligus memberikan edukasi...

Warga Mpu Tantular Gugat Perum Damri

SEMARANG - Sebanyak 20 orang warga Mpu Tantular RT 04 RW 11 Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, akhirnya melayangkan gugatan kepada pihak Perum Damri,...

Pelurusan Sungai Bade Terkendala Lahan

UNGARAN-Rencana penataan Sungai Bade di Dusun Kedung Gondang, Desa Jatirunggo, Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang terkendala lahan. Sebab untuk meluruskan sungai yang berkelok mengelilingi dusun...

Dewan Panggil Bank Jateng

SEMARANG - DPRD Jateng mulai mempersoalkan program kartu tani yang justru bekerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Sebab, Jateng memiliki bank daerah yakni...

More Articles Like This

- Advertisement -