DUKUNG BOS: Ratusan anggota Serikat Pekerja Pelindo III melakukan aksi solidaritas menyuarakan dukungannya kepada General Manager Pelindo III Cabang Tanjung Emas, Tri Suhardi, yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jateng. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DUKUNG BOS: Ratusan anggota Serikat Pekerja Pelindo III melakukan aksi solidaritas menyuarakan dukungannya kepada General Manager Pelindo III Cabang Tanjung Emas, Tri Suhardi, yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jateng. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

TANJUNG MAS – Ratusan karyawan yang tergabung dalam Serikat Pekerja Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III, Senin (30/5) kemarin, melakukan aksi solidaritas menyuarakan dukungannya kepada General Manager PT Pelabuhan Indonsia (GM Pelindo) III Cabang Tanjung Emas, Tri Suhardi, yang ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polda Jateng. Aksi digelar di Kantor Pelindo III Cabang Tanjung Emas.

Dalam aksinya, para karyawan mengenakan ikat kepala bertuliskan ”Save GM Tanjung Emas” dan pita hitam di lengan. Mereka berorasi di dalam kantor dan menyatakan mendukung untuk membela GM Pelindo III Cabang Tanjung Emas karena dianggap tidak bersalah.

Ketua Umum Serikat Pekerja Pelindo III, Dhany Rahmat Agustian, mengatakan, aksi solidaritas ini merupakan aksi awal untuk mendukung GM Pelindo III Cabang Tanjung Emas. Pihaknya mengancam akan melakukan aksi yang lebih kompleks jika tidak ada titik terang tentang kasus tersebut.

”Seluruh rekan-rekan pekerja di Pelindo III mengenakan pita hitam sebagai bukti solidaritas. Apabila aksi ini tidak didengar oleh pihak Polda Jateng, KSOP (Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan) dan pemerintah, kita akan slow down mengurangi sedikit demi sedkit aktivitas pelabuhan,” ancamnya.

Dengan dinamika yang ada di Tanjung Emas ini, katanya, tidak akan menghentikan pelayanan kepada masyarakat, tetapi akan mengurangi jam kerja Serikat Pekerja Pelindo III, karena menurutnya, dengan tidak adanya GM akan mengusik produktivitas dan ketenangan para karyawan. ”Untuk itu, dari sisi mental pekerja sudah tidak memungkinkan kalau tidak ada seorang pemimpin. Jelas akan memengaruhi kinerja kami,” katanya.