BTN Syariah Genjot Pangsa Pasar KPR dan KPA

1174

SEMARANG –Guna mendorong pertumbuhan perekonomian di tanah air, Bank Tabungan Negara (BTN) Syariah melakukan penurunan margin pembiayaan untuk Kepemilikan Rumah (KPR) Non Subsidi dan Kepemilikan Apartemen (KPA) hingga 9,25 persen per tahun.

Hal itu disampaikan oleh Branch Manager BTN Syariah Semarang, Noor Ridlo, kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin. Bank yang merupakan unit BTN ini belakangan menggenjot pembiayaan KPR dan KPA yang saat ini memiliki potensi pangsa pasar cukup tinggi di Kota Semarang. “Tahun ini, kami melakukan ekspansi ke pangsa pasar menengah ke atas dengan harga rumah dan apartemen di atas Rp 500 juta,” kata Ridlo.

Pihaknya melihat bahwa saat ini kondisi di Kota Semarang sudah mulai berkembang pesat. Harga rumah untuk kelas menengah dengan harga Rp 500 juta ke atas sudah semakin banyak. Selain itu, pertumbuhan bisnis apartemen juga telah bermunculan. “Maka dari itu, BTN Syariah Semarang menggenjot pembiayaan KPR dan KPA tersebut. Tentu, kami akan meningkatkan pelayanan cepat dan mudah selama proses pengajuan KPR maupun KPA. Pemohon maupun marketing pengembang bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan pihak kami sebelum mengajukan,” katanya.

Hal itu diperlukan untuk mengetahui terkait legalitas proyek perumahan maupun apartemen serta riwayat pinjaman konsumen di lembaga pembiayaan lain. Selain itu, lanjut Ridlo, peningkatan pelayanan ini didukung dengan Sumber Daya Insani (SDI) yang dijamin memiliki komitmen tinggi, termasuk melakukan ‘jemput bola’. “Kami juga bekerjasama dengan sejumlah pengembang besar yang memiliki proyek strategis di Kota Semarang, Ungaran, Wonosobo, Magelang, Bawen, Kendal dan Pekalongan,” terangnya.