Ajak Warga Sayung Bentuk Jumantik

330
CEGAH DB : Sosialisasi mencegah demam berdarah oleh mahasiswa Undip di Kantor Kecamatan Sayung, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CEGAH DB : Sosialisasi mencegah demam berdarah oleh mahasiswa Undip di Kantor Kecamatan Sayung, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CEGAH DB : Sosialisasi mencegah demam berdarah oleh mahasiswa Undip di Kantor Kecamatan Sayung, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CEGAH DB : Sosialisasi mencegah demam berdarah oleh mahasiswa Undip di Kantor Kecamatan Sayung, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK-Mahasiswa program studi public relations (PR) Universitas Diponegoro (Undip), kemarin, menggelar kegiatan sosialisasi kesehatan untuk ibu-ibu PKK (Pembina Kesejahteraan Keluaraga) di Desa Purwosari, Kecamatan Sayung. Sosialiasi yang mengusung tema Sosialisasi Sehat Badanku Sehat Alamku dan berlangsung di Pendopo Kecamatan Sayung itu diikuti 60 peserta.

Ketua panitia, Aghniyatun Nisa mengatakan bahwa pihaknya melihat di wilayah Desa Purwosari kondisinya semakin parah akibat abrasi. Lingkungan menjadi kumuh dan sarang penyakit. “Kami memiliki harapan, warga lebih peka dan sadar terhadap keadaan lingkungan sekitar. Bahwa, demam berdarah dangue (DBD) bisa dicegah dengan menjaga lingkungan agar tetap bersih. Karena itu, kami ajak warga membentuk juru pemantau jentik (jumantik) dan betul-betul kegiatannya berjalan,” katanya didampingi bagian humas, Febrica Mulia Slamaritsa.

Rizki Amalia Ramandani dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Demak mengatakan bahwa untuk mengatasi DBD, maka perlu 4 M. Yaitu mengubur, munguras, menutup, dan memantau. Dalam memantau DBD ini, maka perlu adanya pembentukan jumantik disemua desa,” katanya. (hib/ida)