Sriwulan Tenggelam, Rob Capai 1 Meter

496
TEGENANG ROB : Salah satu gang di RW 3 Perumahan Pondok Raden Patah, Desa Sriwulan, Demak tergenang rob dengan ketinggian sekitar pinggang orang dewasa. (ISTIMEWA)
TEGENANG ROB : Salah satu gang di RW 3 Perumahan Pondok Raden Patah, Desa Sriwulan, Demak tergenang rob dengan ketinggian sekitar pinggang orang dewasa. (ISTIMEWA)
TEGENANG ROB : Salah satu gang di RW 3 Perumahan Pondok Raden Patah, Desa Sriwulan, Demak tergenang rob dengan ketinggian sekitar pinggang orang dewasa. (ISTIMEWA)

DEMAK- Kawasan Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung tenggelam oleh rob, Minggu (29/5) kemarin. Ketinggian air di wilayah permukiman antara 30 sentimeter hingga 1 meter. Praktis, hampir seluruh permukiman warga mulai perkampungan di Dusun Nyangkriman, Pututan, Sriwulan, dan seluruh kawasan perumahan di Pondok Raden Patah tenggelam. Akibatnya, aktivita warga terganggu.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang di lapangan, kondisi terparah di wilayah RW 3. Jalan Raya Sunan Kalijaga Tengah dan seluruh jalan gang tergenang air rob. Ketinggian air paling parah terdapat di RT 4 mencapai sekitar 1 meter.

“Kondisi terparah di wilayah RW 3, di RT 4 banyak warga yang memanfaatkan TPQ Al Mannar milik Ranting Muhammadiyah untuk mengungsi. Sebab, lantai dan bangunan itu lebih tinggi ketimbang rumah penduduk,” tutur Busrawi, 33, warga setempat.

Beberapa warga yang rumahnya tenggelam, sibuk mengeluarkan barang-barang berharga. Seperti Ny Pamuji, 56, warga RT 7 RW 4. Dibantu sejumlah tetangganya, janda itu mengevakuasi sejumlah perabot rumah tangganya ke rumah tetangga yang lebih tinggi.

Seperti sebagian warga lainnya, perabot yang dievakuasi itu antara lain, kasur dan barang-barang elektronik. “Air rob datang sekitar pukul 14.00. Ada lokasi yang biasanya tidak pernah terendam rob, seperti di sekitar Masjid Al Fattah, kini tergenang. Ketinggian rob kali ini terus bertambah,” tutur Eddy Supriyanto, 44, seorang marbot Masjid Al-Fattah, kompleks perumahan tersebut.