PEMBUKAAN KEJUARAAN: Ketua KONI Kota Salatiga Edy Pramono saat membuka kejuaraan Djarum Foundation Kejurkot Bulutangkis Salatiga 2016, Minggu (29/5) kemarin. (TAUFIQ R/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PEMBUKAAN KEJUARAAN: Ketua KONI Kota Salatiga Edy Pramono saat membuka kejuaraan Djarum Foundation Kejurkot Bulutangkis Salatiga 2016, Minggu (29/5) kemarin. (TAUFIQ R/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SALATIGA – Kejuaraan daerah Djarum Foundation Kejurkot Bulutangkis Salatiga 2016 mulai bergulir Minggu (29/5) kemarin di di GOR PPLP Sepak Takraw (Ngebul), Jalan Veteran Kota Salatiga. Berdasarakan data panitia, ada 260 atlet yang meramaikan kejuaraan tingkat kota atau kejurkot periode pertama tahun 2016 ini.

Ketua Pengurus tingkat Kota (Pengkot) PBSI Salatiga, Didik Erna, menuturkan, jumlah peserta tersebut memang menurun cukup jauh dari kejuaraan daerah pada penyelenggaraan sebelumnya. Hal ini, tak lepas dari agenda kejuaraan yang berbarengan dengan masa ujian sekolah, yang memang tidak bisa dihindari. Selaku panitia kejuaraan dan pengurus PBSI, pihaknya mohon maaf sebesarnya karena bagi atlit SD dan SMP berbarengan dengan tes sekolah.

”Sebetulnya kami sudah mengantisipasi, merencanakan sejak awal. Tapi karena ada perubahan jadwal (tes sekolah) dari Diknas, kami pun tidak bisa mengubah jadwal kejuaraan. Namun kami berusaha membuat atlet melaksanakan pertandingan lebih nyaman, sehingga bisa terbagi waktu mengikuti kejuaraan dan persiapan tes,” papar didik, pada pembukaan Djarum Foundation Kejurkot Bulutangkis Salatiga 2016, kemarin.

Agar atlet kelompok usia bisa menyesuaikan waktu, jelasnya, diharapkan pemain tidak merangkap kelas. Pemain juga dihimbau agar tidak terlalu capek dengan aktifitas-aktifitas selain pertandigan di lapangan. ”Karena ini kondisinya khusus, pemain harus lebih fokus dengan jadwal pertandingannya,” tandas Didik.

Pada kesempatan tersebut, Ketua KONI Kota Salatiga Edy Pramono, menyampaikan, Kejurkot ini dapat menciptakan atlet-atlet terbaik di Kota Salatiga. Pihaknya berharap pengurus PBSI mencari bibit yang handal. ”Selama ini belum ada. Mudah-mudahan, persiapan Porprov 2018 mendatang, kita dapat atlet handal. Dua tahun yang akan datang menghasilkan atlet terbaik,” jelasnya.