Minta Petani Cengkih Didampingi

212

SEMARANG – DPRD mendesak Pemprov Jateng mendampingi petani cengkih. Sebab, selama ini posisi petani cengkih masih terabaikan dan belum memiliki posisi tawar yang tinggi. Kondisi ini membuat petani tidak bisa memaksimalkan potensi cengkih.

Anggota Komisi B DPRD Jateng, Ikhsan Mustofa meminta agar ada penguatan lembaga yang kokoh sekalipun pada lembaga terkecilnya yaitu Kelompok Tani (Poktan). Saat kunjungan kerja ke Surakarta, banyak petani yang menyampaikan keluhan terkait berbagai permasalahan pengelolaan komoditi tanaman cengkih. ”Mereka mengeluh dengan harga cengkih yang rendah dan hasil panen yang tidak menentu,” katanya.

Fluktuasi hasil panen ini menyebabkan ketidakstabilan keuntungan yang didapatkan petani cengkih karena pada masa tertentu petani tidak dapat menyediakan suplai cengkih untuk pabrik (rokok, minyak kastur, dan lain sebagainya). Padahal proses pemeliharaan cengkih tidak mudah, karena selain siklus panen yang fluktuatif juga cengkih ini rentan terkena penyakit. ”Perlu adanya dukungan kelembagaan, seperti halnya Poktan. Poktan diharapkan dapat mengakomodir para petani,” tambahnya.

Dia menambahkan, peran pemerintah dalam hal penentuan kebijakan juga sangat penting. Kebijakan penentuan harga cengkih seharusnya bisa diatur oleh pemerintah agar tidak terlalu anjlok. Mestinya pemerintah dapat menjadi fasilitator antara petani dan perusahaan pembeli cengkih. ”Selain itu, untuk hama dan penyakit perlu adanya penanganan yang terintegrasi dari pemerintah agar dilakukan secara bersama pada tempat yang berdekatan misal di lahan cengkih Kabupaten Kendal dengan Kabupaten Batang,” tambahnya. (fth/ric/ce1)