30 C
Semarang
Senin, 16 Desember 2019

Jaga Eksistensi Kesenian Thek-Thek

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

SENI BUDAYA SEMARANG: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersama Maruarar Sirait selfie bersama pemain wayang orang. (Humas for Jawa Pos Radar Semarang)
SENI BUDAYA SEMARANG: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersama Maruarar Sirait selfie bersama pemain wayang orang. (Humas for Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Seni dan budaya menjadi salah satu ciri khas suatu daerah. Sehingga perlu dilestarikan dan dikembangkan. Eksistensinya harus tetap dijaga dari generasi ke generasi. Seperti yang dilakukan Pemkot Semarang melestarikan kesenian thek-thek saat bulan Ramadan.

Menyambut Ramadan dan bulan Bung Karno, Minggu (29/5) pagi kemarin, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi membuka kegiatan bertajuk Festival Seni dan Budaya yang bertempat di Taman Menteri Supeno.

Menurut wali kota yang juga Ketua Taruna Merah Putih, festival ini diinisiasi untuk mengingatkan pemuda di Kota Semarang akan keberagaman yang dimiliki Kota Semarang.

Adanya festival ini memberikan pemandangan yang berbeda di Taman Menteri Supeno. Mendadak taman yang berada di dekat Simpang Lima Semarang ini berubah menjadi lautan merah putih. Berbagai dekorasi yang menunjukkan kekhasan Kota Semarang seperti patung warak, barongsai, dan sepeda onthel pun dipajang di sepanjang Jalan Menteri Supeno yang mengitari taman tersebut.

Meski belum memasuki bulan Ramadan, tetapi suara thek-thek telah menggema di salah satu jantung Kota Semarang ini. Hal ini dikarenakan adanya lomba thek-thek dalam festival ini. lomba digelar antar kecamatan untuk menyambut bulan Ramadan. Para penampil kesenian thek-thek dari 16 kecamatan di Kota Semarang beradu kreativitas untuk memperebutkan juara 1, 2, dan 3.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Cabup Wajib Datang

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID — Pendaftaran bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati Magelang hanya dibuka selama tiga hari. Yakni, pada 8-10 Januari. Terkait hal itu, Komisi...

Sembunyi di Atas Plafon Indomaret Dibekuk

4 PLOMBOKAN - Bisa jadi karena telanjur terperangkap kepungan petugas, ekspresi maling bernama Arif, 36, ini, justru tebar senyum seperti tanpa dosa. Bahkan, tak mau...

Suka Akuntansi karena Asyik

DUTA Wisata Kota Magelang, Yunita Aryani, mengaku bahwa akuntansi merupakan pelajaran favoritnya. Bagi gadis 19 tahun itu, materi hitung-menghitung dalam akuntansi, mengundang tantangan tersendiri. “Asyik...

Pabrik Sido Muncul Jadi Destinasi Wisata

SEMARANG - Dunia pariwisata, memiliki potensi untuk menghasikan devisa baik dari wisatawan asing maupun domestik. Melihat potensi ini Industri Jamu dan Farmasi PT Sido...

More Articles Like This

- Advertisement -