AKSI KEPRIHATINAN: Ketua FKPPI Demak, Tatik Soelistijani, bersama pelajar membentangkan tulisan menolak kekerasan seksual terhadap anak, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
AKSI KEPRIHATINAN: Ketua FKPPI Demak, Tatik Soelistijani, bersama pelajar membentangkan tulisan menolak kekerasan seksual terhadap anak, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
AKSI KEPRIHATINAN: Ketua FKPPI Demak, Tatik Soelistijani, bersama pelajar membentangkan tulisan menolak kekerasan seksual terhadap anak, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
AKSI KEPRIHATINAN: Ketua FKPPI Demak, Tatik Soelistijani, bersama pelajar membentangkan tulisan menolak kekerasan seksual terhadap anak, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK- Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI/Polri (FKPPI) menyerukan elemen masyarakat untuk lebih mewaspadai berbagai maraknya isu politik sosial yang mendera negeri ini. Misalnya, soal indikasi bangkitnya ideologi komunis dan banyaknya kasus pelecehan seksual dengan korban anak-anak. Karena itu, FKPPI mengharapkan masyarakat turut menjaga anak-anak mereka agar dapat melindungi dari ideologi yang membahayakan negara, serta mengancam masa depan anak-anak tersebut.

Hal itu disampaikan Ketua FKPPI Demak, Tatik Soelistijani, di sela sarasehan yang dihadiri ratusan pelajar SMP se-Demak di Gedung Gapensi, Jalan Sultan Fatah, Kota Demak, kemarin.

Dalam kegiatan yang mengusung tema FKPPI Serukan Satu Hati, Selamatkan Anak Negeri tersebut menjadi momentum yang tepat untuk mengajak berhati-hati sekaligus mengingatkan para pelajar terhadap bahaya ideologi komunis dan kejahatan seksual.

“Isu komunisme dan kejahatan seksual membuat kita semua prihatin. Kondisinya cukup mengkhawatirkan. Karena itu, FKPPI berupaya untuk ikut mengawal dan mempersiapkan generasi muda kita ini dengan bekal pendidikan yang cukup agar mampu membawa negeri ini kedepan lebih baik. Sebab, mereka adalah garda terdepan bagi bangsa ini,”katanya.

Acara sarasehan FKPPI dihadiri langsung Dandim 0716 Demak Letkol Inf Nanang Wibisono, Kapolres Demak AKBP Heru Sutopo, utusan dari Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KP2PA) Demak, LSM Gapoera Peduli korban HIV/AIDS serta dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Demak.

Yang menarik, setelah sarasehan itu, anggota FKPPI bersama pelajar menggelar aksi keprihatinan di jalan. Dalam aksi tersebut, mereka membagikan bunga kepada pengendara sekaligus menyampaikan pesan sosial dengan atribut bertuliskan stop kekerasan dan kejahatan seksual. “Jangan sakiti kami. Jangan rusak masa depan kami. Kami ingin hidup tenang dan damai,”ungkap para pelajar. (hib/aro)