TERGENANG ROB : Banjir rob mulai masuk ke rumah warga di Desa Tegaldowo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERGENANG ROB : Banjir rob mulai masuk ke rumah warga di Desa Tegaldowo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN – Semakin parahnya genangan rob di sebagian wilayah Kota Pekalongan membuat warga mengeluh. Mereka mendesak pemerintah segera mengatasi masalah tersebut. Bahkan sebagian warga minta dievakuasi dari daerah rob, karena semakin parah. Hal tersebut terungkap saat Wali Kota Pekalongan Alf Arslan Junaid alias Alex menggelar program Alex Mendengar di aula Kantor Kecamatan Pekalongan Barat, Jumat (27/5).

“Kami meminta kepada Pemkot, minimal air rob bisa disedot. Karena air rob tidak surut, bahkan hingga dua dua bulan air masih di dalam rumah yang tanahnya rendah, ” ucap Talkim warga Pasirsari.

Tidak itu saja. Menurut Taklim, di sepanjang jalan di Pasirsari ada Palting (tiang lampu penerangan) namun tidak ada lampunya. Ditambah jalan yang rusak membuat warga semakin sengsara saat melewati jalan tersebut. “Kalau keadaan seperti ini terus, lebih baik kami direlokasi saja dari Pasirsari. Ke lokasi yang lebih baik,” harapnya.

Ditambahkan Sofiyudin, warga Pasirlor, warga setempat selama ini sudah berusaha bertahan hidup. Seperti membuat tanggul di sungai Bremi dengan karung berisi pasir. “Saat tanggul kemarin ambrol, kami sudah berusaha membuat tanggul karung, namun tidak kuat. Ditambah rob yang semakin besar membuat beberapa tanggul kembali longsor, karena itu kami butuh bantuan segera,” serunya.

Mendengar keluhan warganya, Wali Kota Alex mengaku cukup trenyuh dan sedih. Terlebih, warganya sampai tidak tahu bahwa akan ada bantuan penanganan rob dari Pemprov.