Destiara Prahastiwi (JPG)
Destiara Prahastiwi (JPG)
Destiara Prahastiwi (JPG)

PEMILIK nama lengkap Destiara Prahastiwi ini mempunyai usaha berjualan pupuk bersubsidi di rumahnya. Meski demikian, gadis yang kini tengah menempuh Pascasarjana Ilmu Hukum Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini tidak risi dengan bau dan kotoran pupuk. ”Sudah terbiasa memegang pupuk. Jadi tidak ada rasa kotor,” akunya.

Desti –sapaan akrabnya- mempunyai ide berjualan pupuk dan obat pertanian karena melihat potensi usaha pertanian di daerahnya sangat bagus. Sebagian besar profesi warga di daerahnya merupakan petani. ”Awalnya saya iseng berjualan pupuk saat lulus SMA 2011 lalu untuk mengisi waktu luang. Usaha itu saya jalankan dengan orang tua. Modal awalnya berasal dari utang,” terang warga asli Desa Ngurenrejo, Wedarijaksa, Pati ini.

Kendati kuliah di Semarang, usahanya itu tetap berjalan dengan merekrut karyawan. Kini usaha itu dijalankan sendiri dan sudah mempunyai tiga karyawan. Dia merekrut karyawan karena harus bekerja di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pati.

Desti bercerita, keuntungan berjualan pupuk dengan keuntungan banyak itu sempat membuatnya pernah berhenti kuliah pada 2012 lalu. Namun orang tuanya tidak mengizinkan berhenti kuliah. ”Orang tua memberikan semangat bahwa pendidikan itu penting. Entah nanti menjadi apa tapi harus tetap kuliah. Akhirnya, saya nurut mereka, sekarang ini malah melanjutkan S2,” kata sulung dari dua bersaudara ini.

Dara kelahiran Pati, 1 Desember 1993 ini mengaku dunia pertanian bukanlah ilmu yang ia geluti pada saat kuliah. Untuk itu, Desti mempelajari buku-buku pertanian untuk menambah wawasannya dalam menjalani bisnisnya tersebut. (put/lil/jpg/aro/ce1)