Evarisan: Yayasan Tetap Dirugikan

271

SEMARANG – Berita berjudul ”Penggunaan Uang Sesuai Prosedur” yang dimuat Jawa Pos Radar Semarang edisi Selasa (17/5) lalu mendapat hak jawab dari Evarisan SH selaku kuasa hukum Djohan Gondo Kusumo, pelapor dugaan penggelapan dengan terlapor Edhi Setiawan W.

Menurut Evarisan, pernyataan Jhon Richard Latuimaholo SH MH selaku kuasa hukum Edhi Setiawan bahwa uang sebesar Rp 15 juta digunakan untuk kepentingan yayasan adalah tidak benar. Sebagai dasar hukumnya, dia meminta Jhon Richard melihat kembali Anggaran Dasar Yayasan Tempat Ibadah Tri Dharma Grajen (TITD) Grajen Semarang sebagaimana Akta Nomor 44 tanggal 25 Agustus 2009 Pasal 2 bahwa maksud dan tujuan didirikannya yayasan adalah di bidang keagamaan.

”Kemudian pada pasal 3, untuk mencapai maksud dan tujuan yayasan kegiatan yang dijalankan meliputi: a) mendirikan sarana ibadah, b) meningkatkan pemahaman kegamaan, c) melaksanakan syiar keagamaan dan d) studi banding keagamaan. Maksud dan tujuan yayasan ini sifatnya limitatif, tidak boleh ditafsir menyimpang. Hal tersebut harusnya sudah dipahami oleh tersangka Edhi Setiawan ataupun kuasa hukumnya,” kata advokat dari Klinik Hukum Ultra Petita Semarang ini dalam hak jawab yang diterima Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (27/5).

Evarisan juga menyatakan, tidak benar kalau tidak ada kerugian yang diderita yayasan sekalipun uang sebesar Rp 15 juta tersebut telah dikembalikan oleh tersangka, namun hal tersebut tidak menghilangkan perkara pidananya.

”Seharusnya saudara Jhon Richard selaku kuasa hukum lebih memahami ketentuan hukum tersebut. Bahkan dengan dikembalikannya uang tersebut menunjukkan bahwa tersangka telah mengakui menggunakan uang yayasan bukan untuk kepentingan yayasan, sehingga harus dikembalikan,” tandasnya.

Dia menegaskan, tidak benar jika penggunaan uang tersebut telah sesuai prosedur, karena penggunaan uang oleh pembina sangat bertentangan dengan ketentuan pasal 5 UU No 16 Tahun 2001 tentang yayasan, yakni kekayaan yayasan baik berupa uang, barang, maupun kekayaan lain yang diperoleh yayasan berdasarkan undang-undang ini, dilarang dialihkan atau dibagikan secara langsung atau tidak langsung kepada pembina, pengurus, pengawas, karyawan, atau pihak lain yang mempunyai kepentingan terhadap yayasan.