Taufik Rifai (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
Taufik Rifai (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
Taufik Rifai (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)

DEMAK- Maraknya berbagai atribut terkait ideologi komunisme menjadi perhatian serius Pemkab Demak. Untuk mengantisipasi masalah tersebut, Kantor Kesbangpolinsmas kemarin mengundang berbagai tokoh masyarakat dan agama serta tokoh organisasi kemasayarakatan untuk membahas masalah terkini tersebut. Meski di Demak tidak ada hal-hal berbau komunisme, namun hal itu patut diwaspadai, termasuk jika ada atribut aliran kiri tersebut.

Kepala Kesbangpolinmas Demak, Taufik Rifai mengatakan, komunisme, radikalisme dan terorisme menjadi masalah yang harus diwaspadai masyarakat. Jangan sampai ideologi tersebut berkembang dimasyarakat. Sebab, paham komunisme secara tegas dilarang dinegeri ini sesuai Tap MPRS XXV Tahun 1966. “Di Demak tidak ada paham komunisme. Atribut-atribut juga tidak ada. Meski demikian, tetap waspada. Rasa benci terhadap komunisme ini seimbang dengan rasa benci terhadap penjajah,”katanya.

Ketua MUI Demak, KH Muhammad Asyiq juga mengingatkan agar kewaspadaan terhadap komunisme tidak boleh surut. Menurutnya, perlu meneguhkan ideology Pancasila agar tetap kokoh menghadapi berbagai paham termasuk komunisme. “Bung Karno pernah menyampaikan bahwa, bila satu jenderal dapat mematikan sejuta musuh, maka seribu jenderal tidak mampu memusnahkan isme (paham/aliran) seseorang,” katanya. Sarasehan tersebut juga ditandai dengan pernyataan sikap penolakan terhadap komunisme, radikalisme dan terorisme. (hib/zal)