CEK LAIK JALAN: Petugas Dishubinfokom Sukoharjo menghentikan truk di kawasan bundaran patung kuda Solo Baru. (RYANTONO P.S./RADAR SUKOHARJO)
CEK LAIK JALAN: Petugas Dishubinfokom Sukoharjo menghentikan truk di kawasan bundaran patung kuda Solo Baru. (RYANTONO P.S./RADAR SUKOHARJO)
CEK LAIK JALAN: Petugas Dishubinfokom Sukoharjo menghentikan truk di kawasan bundaran patung kuda Solo Baru. (RYANTONO P.S./RADAR SUKOHARJO)
CEK LAIK JALAN: Petugas Dishubinfokom Sukoharjo menghentikan truk di kawasan bundaran patung kuda Solo Baru. (RYANTONO P.S./RADAR SUKOHARJO)

SUKOHARJO – Penertiban kendaraan pengangkut barang di wilayah bundaran patung kuda Solo Baru, Rabu (25/5) diwarnai aksi kejar-kejaran. Yakni sebuah mobil pikap tidak mau dihentikan petugas malah melarikan diri ke arah Solo. Meski petugas Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi (Dishubinfokom) Sukoharjo mengejar, namun berhasil lolos.

Saat razia ada puluhan kendaraan pengangkut barang yang terjaring. Kendaraan yang melintas kawasan tersebut dihentikan petugas untuk pemeriksaan surat-surat syarat jalan. Di tengah razia, tiba-tiba ada sebuah kendaraan pikap yang tak mau dihentikan petugas. Ketika petugas memperingatkan, sopir pikap malah memacu laju menuju arah Solo.

Sementara itu, kendaraan pengangkut yang tidak membawa surat lengkap diminta menghadap Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian Operasi (Dalops) Dishubinfokom Sukoharjo Budi Sutrisno. Lantas dia mengecek kelengkapan surat kembali. Bila ada kekurangan administratif mereka diberikan surat tilang sidang di Pengadilan Negeri (PN) Sukoharjo.

Dari razia kemarin petugas menemukan berbagai macam pelanggaran. Mulai dari kendaraan yang kelebihan muatan, kesalahan tata cara muat, dan lain sebagainya. ”Total kendaraan yang melanggar 21 unit,” terang Budi Sutrisno.

Dari pos lantas Grogol ada delapan pelanggaran, yakni SIM tidak sesuai lima pelanggar dan klas jalan tiga pelanggaran. Kendaraan yang kelebihan muatan pikap L 300. Sementara habis uji kebanyakan armada truk. (yan/un/JPG/ton)