SEMARANG – Angka kematian ibu dan bayi saat melahirkan di Provinsi Jawa Tengah dinilai masih sangat mengkhawatirkan. Bahkan Kota Semarang yang merupakan ibu kota provinsi berada di peringkat kedua dari 35 provinsi di Jateng dengan kematian ibu/bayi tinggi.

Aktivis Expanding Maternal and Neonatal Survival (EMAS) Jawa Tengah Adi Sarwanto menyatakan angka kematian ibu/bayi di Jawa Tengah pada 2014 dan 2015 sempat mengalami penurunan, yakni pada 2014 angka kematian ibu (AKI) melahirkan di Jawa Tengah mencapai 711 kasus dan pada 2015 angka kematian sebanyak 619 kasus.

”Tapi pada 2016 ini juga masih dag dig dug mengkhawatirkan karena hingga Mei ini angka kematian di beberapa kabupaten/kota di Jawa Tengah masih tinggi,” kata Adi dalam diskusi ”Menekan Angka Kematian Ibu dan Bayi Melalui SMSBunda,” di Hotel Ibis Semarang, Kamis (26/5).

Adi menyatakan dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, angka kematian ibu/bayi yang paling banyak adalah Kabupaten Brebes, yakni 32 kasus (per Januari-Mei 2016). Posisi kedua ditempati Kota Semarang dengan jumlah 20 kasus kematian atau 5 orang meninggal dunia setiap satu bulan. Khusus Kota Semarang, Adi merasa heran karena Kota Semarang merupakan ibu kota Provinsi Jawa Tengah. Selama ini, jumlah rumah sakit dan dokter kandungan di Kota Semarang juga sangat banyak. ”Dokter kandungan di Kota Semarang ada 70 orang,” kata Adi.

Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Jawa Tengah Sumarsih menyatakan upaya pemerintah menekan angka kematian ibu/bayi sangat banyak. Misalnya melatih tenaga kesehatan agar profesional mengatasi ibu melahirkan. Data di IBI Jawa Tengah menunjukkan penyebab kematian ibu/bayi melahirkan adalah hipertensi (tekanan darah tinggi) sebanyak 26 persen, pendarahan 21 persen dan sisanya lain-lain seperti karena penyakit jantung, diabetes dan lain-lain.

Wakil Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Jawa Tengah Tuti Hendrawan menyatakan sejak Januari-Mei 2016 ini sudah ada 251 kasus angka kematian ibu (AKI). ”Ini angka yang masih menghawatirkan,” kata Tuti.

Ditambahkan Adi, salah satu upaya menekan angka kematian ibu/bayi adalah melalui program SMSBunda. SMSBunda akan memberikan informasi secara kepada ibu hamil yang mendaftar. Cara mendaftar adalah kirim SMS: REG (spasi) perkiraan tanggal bersalin (spasi) kabupaten/kota, kirim ke nomor: 08118469468. (ton/ric/ce1)