Martono juga menjelaskan, jika Peraturan Menteri Riset Teknologi Pendidikan Tinggi (Ristek Dikti) terkait UKT 2016 belum ditandatangani, sehingga perlu ada masukan dari para mahasiswa untuk menjadi bahan perimbangan dan masukan sebelum dibawa ke pihak kementerian.

”Besok (hari ini), saya akan ke Jakarta membahas permasalahan UKT dan SPI. Aspirasi para mahsiswa akan kami bawa ke kementerian, jadi bukan hanya di tingkat senat saja,” janjinya.

Setelah mendapat penjelasan, ribuan mahasiswa membubarkan diri dengan tertib. Mereka berharap ada tindak lanjut dari pihak rektorat. ”Apabila tuntutan kami tidak direalisasi, kami akan melakukan aksi kembali,” kata Ahmad Fauzi. (den/aro/ce1)