Ikhwan Ubaidillah (IST)
Ikhwan Ubaidillah (IST)
Ikhwan Ubaidillah (IST)
Ikhwan Ubaidillah (IST)

SEMARANG – Olahraga di Kota Semarang sudah satu tahun lebih mati suri lantaran anggaran untuk berbagai kegiatan olahraga seluruh cabang olahraga yang dihibahkan melalui KONI Kota Semarang tak kunjung bisa dicairkan. Masa depan pembinaan olahraga di ibukota Jawa Tengah ini semakin suram, karena tahun ini hampir pasti kembali tidak mendapatkan alokasi anggaran baik dari APBD Murni 2016.

Persoalan tunggakan pajak yang diduga digelapkan oleh salah satu pengurus KONI Kota Semarang di masa kepengurusan sebelumnya masih menjadi ganjalan sehingga Wali Kota Semarang enggan mencairkan anggaran KONI Kota Semarang hingga saat ini. Seperti diketahui, KONI Kota Semarang pada 2015 tak mendapatkan bantuan pemerintah karena persoalan tunggakan pajak senilai Rp 774 juta. Tahun ini kembali tak mendapatkan karena persoalan tersebut belum terselesaikan.

Ketua Umum KONI Kota Semarang Ikhwan Ubaidillah ditemui kemarin mengaku sudah putus asa. Berbagai upaya telah dilakukan termasuk dengan beberapa kali menemui Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, namun persoalan anggaran tersebut tetap mentah. “Kalau seperti ini terus, mungkin kita akan kaji kembali, apakah akan terus mengelola KONI Kota Semarang atau berhenti saja. Dalam waktu dekat kita akan rapat dengan seluruh pengurus, saya tidak bisa memutuskan sepihak,” tegas Ikhwan.

Ikhwan mengaku sudah setahun lebih harus mengeluarkan uang pribadi untuk berbagai keperluan KONI Semarang, utamanya kesekretariatan. “Sebulan sekitar Rp 20 juta harus saya keluarkan untuk gaji karyawan KONI, listrik, sewa tempat dna sebagainya. Total sudah Rp 300 juta saya keluarkan. Sebenarnya tidak apa-apa, tapi sampai kapan? Olahraga Semarang bukan hanya tanggungjawab KONI, tapi semua pihak termasuk pemerintah. Itu amanat Undang-undang,” tandasnya.

Sekretaris Umum KONI Kota Semarang Yuswo Supatmo mengatakan, akibat dari tidak kondusifnya situasi pembinaan olahraga di Kota Semarang, saat ini belasan atlet potensial dari berbagai cabang olahraga telah mengajukan keluar dan pindah ke daerah lain. (bas/smu)