Bidik Tamu Semarang

204
SILATURAHMI: General Manager Hotel Best Western Premier Solo Baru, Mustafa Rahmatono, menyerahkan cenderamata kepada Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Semarang, Arif Riyanto. (M. RIZAL KURNIAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SILATURAHMI: General Manager Hotel Best Western Premier Solo Baru, Mustafa Rahmatono, menyerahkan cenderamata kepada Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Semarang, Arif Riyanto. (M. RIZAL KURNIAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SILATURAHMI: General Manager Hotel Best Western Premier Solo Baru, Mustafa Rahmatono, menyerahkan cenderamata kepada Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Semarang, Arif Riyanto. (M. RIZAL KURNIAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SILATURAHMI: General Manager Hotel Best Western Premier Solo Baru, Mustafa Rahmatono, menyerahkan cenderamata kepada Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Semarang, Arif Riyanto. (M. RIZAL KURNIAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Kota Semarang masih menjadi bidikan para pengelola hotel di Kota Solo. Salah satunya Hotel Best Western Premier Solo Baru. Diakui, tidak sedikit tamu hotel bintang empat ini yang berasal dari Kota Atlas.

”Ya, banyak tamu kami yang berasal dari Semarang. Saya kerap ngobrol dengan tamu atau melihat pelat mobil yang dipakai tamu rata-rata berasal dari Semarang. Makanya, kami melakukan visit media di Semarang,” kata General Manager Hotel Best Western Premier Solo Baru, Mustafa Rahmatono, saat mengunjungi kantor redaksi Jawa Pos Radar Semarang di Jalan Veteran 55 Semarang, Kamis (26/5).

Dikatakan, rata-rata tamu asal Kota Semarang yang menginap berasal dari pejabat pemerintahan (government) maupun anggota dewan. Mereka datang dalam rangka kunker ataupun studi banding. ”Yang datang untuk berwisata juga banyak. Terutama setiap weekend,” kata Rahmat didampingi Denish Ardhaneswara, Marcom Manager Best Western Premier Solo Baru.

Diakui mantan General Manager The Sunan Hotel Solo ini, event-event berskala nasional dan internasional mampu mendongkrak jumlah tamu hotel dengan 348 kamar ini. Sedangkan event lokal seperti Solo Menari, Solo Batik Carnival, Festival Sudiro dinilai belum mampu mendongkrak okupansi hotel. ”Ya, memang ramai penonton, tapi mereka tidak menginap di hotel. Hanya sedikit pengunjung dari luar kota,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here