TERGENANG ROB : Banjir rob mulai masuk ke rumah warga di Desa Tegaldowo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERGENANG ROB : Banjir rob mulai masuk ke rumah warga di Desa Tegaldowo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERGENANG ROB : Banjir rob mulai masuk ke rumah warga di Desa Tegaldowo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERGENANG ROB : Banjir rob mulai masuk ke rumah warga di Desa Tegaldowo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN – Sepekan terakhir, banjir rob yang terjadi di Kecamatan Tirto dan Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan kian parah. Meski hujan sudah tak lagi turun, namun banjir rob yang terjadi sepanjang tahun, di Desa Mulyorejo, Tegaldowo, Karangjompo dan Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto. Serta Desa Pecakaran, Api-api, Wonokerto Wetan, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, mulai menggenangi dan masuk ke rumah warga dua Kecamatan tersebut.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, banjir rob bulan Mei 2016, adalah banjir rob terparah. Karena jumlah rumah warga yang kemasukan air rob dan tergenang mencapai 70 persen atau lebih dari 8 ribu rumah warga.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan, DPRD Kabupaten Pekalongan, Moh Nurkholis, Kamis (26/5) mendesak Pemkab Pekalongan, untuk segera memperbaiki saluran air di dua Kecamatan yang terkena rob. Yakni Kecamatan Tirto dan Wonokerto. Pembuatan saluran atau drainase tersebut, sebagai langkah awal mengatasi banjir rob.

Menurut dia, buruknya saluran air di wilayah pantai Kabupaten Pekalongan menjadi salah satu faktor yang memperparah genangan air laut di beberapa desa di Kecamatan Tirto dan Kecamatan Wonokerto. ”Solusi pertamanya memperbaiki drainase yang ada, kemudian membangun polder untuk menahan rob,” tegas Moh Nurkholis