JADI HARAPAN: Dua kapal keruk dikerahkan untuk menyedot sedimentasi di WGM, Kamis (26/5). (IWAN KAWUL/RADAR WONOGIRI)
JADI HARAPAN: Dua kapal keruk dikerahkan untuk menyedot sedimentasi di WGM, Kamis (26/5). (IWAN KAWUL/RADAR WONOGIRI)
JADI HARAPAN: Dua kapal keruk dikerahkan untuk menyedot sedimentasi di WGM, Kamis (26/5). (IWAN KAWUL/RADAR WONOGIRI)
JADI HARAPAN: Dua kapal keruk dikerahkan untuk menyedot sedimentasi di WGM, Kamis (26/5). (IWAN KAWUL/RADAR WONOGIRI)

WONOGIRI – Kondisi Waduk Gajah Mungkur (WGM) dalam kondisi kritis akibat sedimentasi. Umur penggunaan waduk diprediksi bisa berkurang separo. Karena itu dua unit dredger (kapal keruk) dikerahkan sebagai solusi mengeruk endapan.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) Yudi Pratondo menjelaskan, meskipun pengerukan sudah dilakukan sejak 2014, tapi laju sedimentasi dari hulu sangat cepat.

“Kita sudah keruk, sudah revitalisaai hulu. Dan ini membutuhkan waktu lama,” kata Yudi pada agenda serah terima kapal keruk dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di kawasan WGM kemarin (26/5).

Sasaran pengerukan, lanjut Yudi, yakni 3,3 juta meter kubik sedimentasi. Diharapkan, hingga akhir tahun terangkat sebanyak 1,7 juta meter kubik. Kemudian 2017 bisa terselesaikan seluruh masalah pengendapan di WGM. “Akan dilakukan pengerukan berkala agar jumlah sedimentasi di sekitar intake terus berkurang,” tutur dia.