SIDAK : Petugas monitoring saat melakukan sidak makanan di Pasar Plelen, Gringsing, Kabupaten Batang, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIDAK : Petugas monitoring saat melakukan sidak makanan di Pasar Plelen, Gringsing, Kabupaten Batang, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIDAK : Petugas monitoring saat melakukan sidak makanan di Pasar Plelen, Gringsing, Kabupaten Batang, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIDAK : Petugas monitoring saat melakukan sidak makanan di Pasar Plelen, Gringsing, Kabupaten Batang, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG-Jelang datangnya bulan Ramadan 1437 H, Pemkab Batang kembali gencar melakukan pemantauan pengawasan keamanan pangan di wilayah Kabupaten Batang, Rabu (25/5) kemarin. Hasilnya ditemukan krupuk jablay mengandung bahan kimia, borak atau bleng dijual bebas dan mi kering yang kedaluwarsa.

Tim pemantau dan monitoring tersebut dipimpin oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemkab Batang yang beranggotakan Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pertanian Peternakan dan Tanaman Pangan, Satpol PP, Bagian Perekonomian dan Bagian Humas dan Protokol, serta Kepolisian Polres Batang. Tim gabungan ini, melakukan monitoring atau pengawasan makanan di beberapa pasar tradisional se-Kabupaten Batang, Rabu (25/5) kemarin.

Sedangkan makanan yang diawasi meliputi, barang beredar dan jasa, barang dalam keadaan terbungkus, barang kadaluwarsa, peredaran daging dan ayam, daging sapi dan telur, serta makanan yang biasa dikonsumsi oleh warga menjelang bulan Ramadan.

Sedangkan hasil pengawasan dan monitoring di Pasar Plelen, itemukan penjual makanan krupuk jablay mengandung bahan kimia, dan pedagang yang menjual borak atau bleng sebanyak 100 batang, mi kering yang kedaluwarsa. Kemudian di Pasar Limpung, petugas monitoring hanya menemukan bleng atau borak 20 Batang yang dijual bebas oleh pedagang.