Siswa Dituntut Hafal Alquran Juz 30

441
WISUDA : Kepala MTs Yasua Kebonagung Khoiruman bersama para siswa yang diwisuda dan harus hafal juz 30 dari Alquran. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
WISUDA : Kepala MTs Yasua Kebonagung Khoiruman bersama para siswa yang diwisuda dan harus hafal juz 30 dari Alquran. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
WISUDA : Kepala MTs Yasua Kebonagung Khoiruman bersama para siswa yang diwisuda dan harus hafal juz 30 dari Alquran. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
WISUDA : Kepala MTs Yasua Kebonagung Khoiruman bersama para siswa yang diwisuda dan harus hafal juz 30 dari Alquran. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK-Sebanyak 161 siswa MTs dan MA Yasua diwisuda dengan cara dikirab dan pengalungan samir oleh kepala sekolah dan para orang tua wali murid. Selain itu, pihak sekolah juga memberikan penghargaan kepada 6 siswanya yang meraih prestasi akademik dan punya kecakapan khusus hafal Alquran. Mereka diberikan bantuan beasiswa.

Kepala MA Yasua Khoiruman mengajak anak didiknya untuk meneruskan pendidikan lanjutan. “Carilah ilmu dimana saja selama masih ada kesempatan, hingga menghasilkan prestasi yang bisa menjadi kebanggaan bersama. Jangan cepat puas dalam menimba ilmu dan selalu menjaga moral atau etika pendidikan untuk modal melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Pun, dengan para alumni madrasah harus mampu menjaga etika dan akhlak,” katanya.

Wisuda dihadiri pengurus yayasan, dewan guru, komite sekolah, orang tua wali dan tamu undangan. Sedangkan Kepala MTs Yasua Zuhdi, saat itu memberikan cindera mata kepada para siswa yang mampu menghafal Alqur’an juz 30. Mereka terlebih dahulu mengkhatamkan di hadapan tamu undangan.

Kepala Kantor Kemenag Demak, Muhammad Thobiq yang turut hadir mengungkapkan bahwa pentingnya pendidikan agama dalam era global dan era serba instan ini. Apalagi, saat ini memasuki zaman serba online sehingga keterpengaruhan anak pada sarana digital dan media internet lebih mudah didapat dan gampang diakses.

“Kami mengajak para guru dan orang tua harus waspada dan selalu mendampingi putra-putrinya agar tak kena krisis moral akibat dampak lajunya informasi global. Kita akui bahwa anak-anak sekarang lebih dekat belajar dengan media televisi dan handphone dari pada belajar dengan orang tuanya,” katanya. (hib/ida)