DITAHAN: Tersangka Diah Ayu saat hendak ditahan di Lapas Wanita Bulu Semarang, kemarin. Ia didampingi Kasi Intelijen Tri Yulianto dan kuasa hukumnya Soewidji dan Ahmad Hadi Prayitno. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DITAHAN: Tersangka Diah Ayu saat hendak ditahan di Lapas Wanita Bulu Semarang, kemarin. Ia didampingi Kasi Intelijen Tri Yulianto dan kuasa hukumnya Soewidji dan Ahmad Hadi Prayitno. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DITAHAN: Tersangka Diah Ayu saat hendak ditahan di Lapas Wanita Bulu Semarang, kemarin. Ia didampingi  Kasi Intelijen Tri Yulianto dan kuasa hukumnya Soewidji dan Ahmad Hadi Prayitno. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DITAHAN: Tersangka Diah Ayu saat hendak ditahan di Lapas Wanita Bulu Semarang, kemarin. Ia didampingi Kasi Intelijen Tri Yulianto dan kuasa hukumnya Soewidji dan Ahmad Hadi Prayitno. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Tersangka Diah Ayu Kusumaningrum (DAK), Rabu (25/5) kemarin, akhirnya ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita, Bulu, Semarang. Tersangka kasus dugaan korupsi raibnya dana Kas Daerah (Kasda) Pemkot Semarang senilai Rp 22,7 miliar di Bank Tabungan Pensiunan Negara (BTPN) Semarang ini ditahan setelah Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang menerima pelimpahan tahap kedua dari penyidik Polrestabes Semarang.

Mantan personal banker BTPN cabang Pandanaran Semarang ini tiba di kantor Kejari Semarang sekitar pukul 14.05 dengan mengendarai mobil Toyota Avanza warna putih bernopol H 8510 ZZ. Ia datang dikawal tim penasihat hukumnya dan beberapa keluarganya termasuk ibu dan tantenya.

Wajah Diah Ayu terlihat pucat saat memasuki kantor kejari. Ia mengenakan baju panjang warna putih, celana panjang longgar warna hitam, dan kacamata gelap. Setelah dilimpahkan, Diah Ayu dibawa menggunakan mobil tahanan milik kejaksaan warna hijau tua bernopol H 9588 VW ke Lapas Wanita Bulu sekitar pukul 16.28.

Kepala Kejari Semarang, Rizal Pahlevi melalui Kasi Tipidsus Kejari Semarang, Sutrisno Margi Utomo, mengatakan, penahanan dilakukan pihaknya karena unsur-unsur syarat subjektif dan objektif sesuai pasal 21 KUHP telah memenuhi. Karena itu, pihaknya menahan Diah Ayu selama 20 hari ke depan. ”Dalam waktu secepatnya DAK akan kita limpahkan ke pengadilan. Dakwaannya juga secepatnya disiapkan dan disusun,” kata Sutrisno didampingi Kasi Intelijen Tri Yulianto dan tim penuntut umum, Zahri Aeniwati.

Sutrisno menyebutkan, dalam perkara tersebut kerugian negara secara keseluruhan mencapai Rp 26.717.348.500. Namun sudah ada pengembalian Rp 4.983.418.164, sehingga sisanya sekitar Rp 21.733.930.336. Selain itu sudah dilakukan penyitaan oleh penyidik Rp 514 juta. Dalam perkara tersebut, ia juga menyebutkan kalau ada perkembangan jumlah tersangka, merupakan kewenangan penyidik.