MENGADU : Sekretaris Daerah Batang, Nasikhin, saat menerima warga desa yang lahannya terdampak proyek jalan tol Batang-Semarang. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENGADU : Sekretaris Daerah Batang, Nasikhin, saat menerima warga desa yang lahannya terdampak proyek jalan tol Batang-Semarang. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENGADU : Sekretaris Daerah Batang, Nasikhin, saat menerima warga desa yang lahannya terdampak proyek jalan tol Batang-Semarang. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENGADU : Sekretaris Daerah Batang, Nasikhin, saat menerima warga desa yang lahannya terdampak proyek jalan tol Batang-Semarang. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG–Warga terdampak proyek jalan tol Semarang-Batang dari Kecamatan Kandeman dan Gringsing, berharap pembayaran ganti rugi proyek tol segera dilakukan. Karena itu, mereka mendatangi kantor Sekretaris Derah (Sekda) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang untuk mendesak tim appraisal segera menyelesaikan tugasnya dan melakukan pembebasan lahan warga.

Mereka selama ini merasa digantung 8 tahun, karena lahan atau tanah miliknya tidak lagi bisa difungsikan, tidak bisa diperjualbelikan, apalagi dibangun untuk perumahan. Bahkan untuk jaminan bank pun tidak bisa, meski tanah tersebut bersertifikat hak milik.

Wahyudin, 45, warga pemilik lahan yang terdampak proyek jalan tol Batang-Semarang, di Desa/Kecamatan Kandeman, mengungkapkan bahwa dirinya bersama dengan puluhan warga lain, ingin ada kepastian pembayaran lahan yang akan digunakan proyek jalan tol Batang-Semarang.

“Saya hanya ingin kepastian dari Pemkab Batang, kapan lahan kami dibayar. Karena sudah lebih dari 8 tahun belum ada kepastian jadi tidaknya proyek jalan tol Batang-Semarang ini,” ungkap Wahyudin saat diterima Sekda.

Sekda Batang, Nasikhin, mengatakan bahwa saat ini akan ada groundbreaking pembangunan tol Batang-Semarang yang akan dilakukan oleh Presiden Joko Widodo dalam waktu dekat, serta dilanjutkan tahapan pembangunan konstruksinya.