Rokok Bodong Merek Baru Menjamur

567
ROKOK ILEGAL : Kepala Satpol PP Demak Yulianto didampingi Lilik Handoyo menunjukkan rokok tak bercukai hasil sitaan dalam operasi khusus kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ROKOK ILEGAL : Kepala Satpol PP Demak Yulianto didampingi Lilik Handoyo menunjukkan rokok tak bercukai hasil sitaan dalam operasi khusus kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ROKOK ILEGAL : Kepala Satpol PP Demak Yulianto didampingi Lilik Handoyo menunjukkan rokok tak bercukai hasil sitaan dalam operasi khusus kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK-Satpol PP Pemkab Demak menemukan sedikitnya 23 jenis rokok bodong merek baru yang beredar luas di toko-toko di wilayah Demak. Rokok tanpa cukai tersebut namanya pun asal-asalan yang penting mirip rokok asli. Bahkan, ada yang diberi merek Dukun.

Kasatpol PP Yulianto mengungkapkan, rokok yang disita itu 75 persen menggunakan merek baru. Sayangnya, rokok tersebut dijual para sales secara sembunyi-sembunyi lantaran tidak dilengkapi cukai. Akibatnya, negara dirugikan.

Menurutnya, rokok disita dari hasil razia di 99 toko atau kios. Di antaranya, hasil penyisiran selama dua hari di wilayah Kecamatan Mranggen, Karangawen, Wedung dan Kecamatan Mijen. “Kami gencarkan razia rokok tanpa cukai ini agar peredarannya dapat terkurangi,” katanya didampingi Lilik Handoyo.

Rokok-rokok bermerek nyeleneh itupun dijadikan barang bukti yang kemudian diserahkan ke pihak Bea Cukai untuk ditindaklanjuti. Dia menambahkan, rokok bodong dititipkan para sales di warung-warung. Jika tidak laku, rokok yang membahayakan kesehatan itu dikembalikan atau ditarik sales lagi. Saat memasok rokok ilegal itu, sales mengendarai sepeda motor sembari membawa tas ransel. “Mereka biasanya mengantarkan rokok ke toko di desa-desa saat malam hari,” katanya. (hib/ida)