Desa Miskin Masuk Nominasi Terbaik Se-Jateng

1228
EKSOTIS : Tarian Rodad hasil kreasi seni dan budaya menjadi salah satu daya tarik masyarakat Desa Sepakung, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
EKSOTIS : Tarian Rodad hasil kreasi seni dan budaya menjadi salah satu daya tarik masyarakat Desa Sepakung, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
EKSOTIS : Tarian Rodad hasil kreasi seni dan budaya menjadi salah satu daya tarik masyarakat Desa Sepakung, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
EKSOTIS : Tarian Rodad hasil kreasi seni dan budaya menjadi salah satu daya tarik masyarakat Desa Sepakung, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN–Dua wilayah di Kabupaten Semarang, yakni Desa Sepakung, Kecamatan Banyubiru dan Kelurahan Tambakboyo, Kecamatan Ambarawa masuk nominasi penilaian desa/kelurahan terbaik se-Jawa Tengah (Jateng). Diambil setelah tim dari Pemprov Jateng melakukan penilaian di 29 kabupaten dan enam kota di Jateng. Padahal dua wilayah tersebut, dulunya merupakan daerah tertinggal, miskin dan minim fasilitas infrastruktur.

“Capaian ini sangat luar biasa dan hasil kerja keras semua pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat setempat,” kata Kepala Bapermasdes Kabupaten Semarang Yoseph Bambang Trihardjono, Selasa (24/5) kemarin.

Dikatakan Yoseph, ada 11 pointer yang jadi dasar penilaian desa/kelurahan masuk kategori terbaik di pemberdayaan masyarakatnya. Yakni dari sisi pemerintahan, E-government, inovasi, adat istiadat, kelembagaan di desa dan kelurahan, kesehatan, PKK, trantib, siaga bencana, pendidikan dan partisipasi masyarakat. “Penilaian final akan dilakukan pada Kamis (26/5) besok, dimana tim penilai akan turun langsung ke Sepakung dan Tambakboyo, melihat kondisi riil dan melakukan wawancara,” tuturnya.

Sekdes Sepakung, Suharno mengakui jika wilayah desanya dulu dikenal sebagai wilayah miskin dan minim infrastruktur. “Dulu, di kisaran tahun 90-an, Sepakung merupakan wilayah miskin, tidak ada geliat ekonomi masyarakatnya,” katanya.