BUKA PBPS : H Wahid Arbani dari Kanwil Kemenag Jateng saat membuka Pesantrenku Bersih dan Pesantrenku Sehat (PBPS) di pesantren Al-Qur’aniyyah Pegandon. (IST)
BUKA PBPS : H Wahid Arbani dari Kanwil Kemenag Jateng saat membuka Pesantrenku Bersih dan Pesantrenku Sehat (PBPS) di pesantren Al-Qur’aniyyah Pegandon. (IST)
BUKA PBPS : H Wahid Arbani dari Kanwil Kemenag Jateng saat membuka Pesantrenku Bersih dan Pesantrenku Sehat (PBPS) di pesantren Al-Qur’aniyyah Pegandon. (IST)
BUKA PBPS : H Wahid Arbani dari Kanwil Kemenag Jateng saat membuka Pesantrenku Bersih dan Pesantrenku Sehat (PBPS) di pesantren Al-Qur’aniyyah Pegandon. (IST)

KENDAL-Rabithah Ma’ahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Tengah menyelenggarakan Pesantrenku Bersih dan Pesantrenku Sehat (PBPS) di pesantren Al-Qur’aniyyah Pegandon. Diikuti sekitar 40 peserta yang terdiri atas santri pondok pesantren Al-Qur’aniyyah, Salafiyah, APIK Kauman, Manbaul Hikmah, Az-Zahra’ dan Al-Miftah.

Wahid Arbani dari Kanwil Kemenag mengatakan bahwa kegiatan ini harus memberikan manfaat bagi pesantren. Santri merupakan eksistensi pesantren yang harus berperan aktif membangun image bahwa pesantren tidak kumuh dan kotor. “Tunjukkan kita mampu memiliki perilaku hidup sehat dan bersih,” papar Wahid.

Tak hanya membuat pesantren bersih, katanya, pelatihan tersebut bertujuan membuat agent motivator untuk mengajak santriwan-santriwati hidup bersih. Bila melihat fikih yang ada di pesantren, hidup bersih merupakan pelajaran pertama yang diajarkan. “Ini menjadi pegangan penting untuk melakukan ibadah lain,” tandasnya.

Materi PBPS antara lain; urgensi Pesantrenku Bersih dan Pesantrenku Keren, Selangkah lebih maju membersihkan lingkungan metode ecofriendly, dan Praktik dan Teknis menyusun SOP menjaga kebersihan lingkungan. PBPS ini merupakan ikhtiar awal dari RMINU Jateng untuk menjadikan pesantren terlihat bersih dan sehat. (*/ida)