Hal senada disampaikan oleh Mohamad Japar, warga Kelurahan Balok. Penyebab banjir lantaran curah hujan deras di daerah Kendal wilayah atas. Sehingga aliran sungainya besar, namun sungai bagian bawah tidak mampu menampung debit air. “Meskipun Kendal wilayah bawah tidak deras, namun hujan di wilayah atas deras, bisa dipastikan sungai meluap dan membajiri rumah warga. Banjir seperti ini sudah menjadi agenda tahunan, sehingga warga tidak kaget saat ada genangan air masuk ke rumah,” akunya.

Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten kendal, sedikitnya ada delapan desa yang rawan banjir di Kabupaten Kendal. Yakni Kelurahan Kebondalem, Ngilir, Balok, Trompo, Pekauman, Patukangan, Langenharjo dan Sijeruk. Semuanya berada di Kecamatan Kota Kendal.

“Sungai Kali Kendal itu menjadi tanggung jawab Pemprov Jateng. Kami sudah berkoordinasi dan melaporkannya melalui Bagian Sumber Daya Air di Dinas Bina Marga Sumber Daya Air, Energi dan Sumber Daya Mineral (DBM SDA ESDM) Kendal. Harapannya bisa segera dilakukan normalisasi,” tambahnya. (bud/ida)