LAPORKAN PANITIA : Warga Desa Depok dan Kandeman saat melaporkan kecurangan P3D ke Kantor Inspektorat Kabupaten Batang, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LAPORKAN PANITIA : Warga Desa Depok dan Kandeman saat melaporkan kecurangan P3D ke Kantor Inspektorat Kabupaten Batang, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LAPORKAN PANITIA : Warga Desa Depok dan Kandeman saat melaporkan kecurangan P3D ke Kantor Inspektorat Kabupaten Batang, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LAPORKAN PANITIA : Warga Desa Depok dan Kandeman saat melaporkan kecurangan P3D ke Kantor Inspektorat Kabupaten Batang, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG-Diduga tidak transparan dalam seleksi perangkat desa, Panitia Penjaringan Perangkat Desa(P3D) Desa Depok dan Desa Kandeman, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang dilaporkan warganya ke Kantor Inpektorat Kabupaten Batang, Senin (23/5) kemarin. Warga merasa ada beberapa kejanggalan dan ketidakterbukaan.

Mulyadi, 34, warga Desa Depok, Kecamatan Kandepan, mengungkapkan bahwa penjaringan seleksi perangkat desa di Desa Depok, banyak ditemui kejanggalan karena pihak P3D Desa Depok tidak menampilkan hasil nilai semua peserta seleksi dengan terbuka dan transparan.

P3D harusnya mengumumkan hasil seleksi tersebut kepada warga, karena P3D dipilih dari desa bukan dari kantor kecamatan. Harusnya, bukan kantor kecamatan yang mengumumkan hasil seleksi penjaringan perangkat desa. “Hasil seleksi penjaringan perangkat desa harusnya diumumkan oleh P3D, bukan Pak Camat. Selain itu, harusnya hasil nilai ditempelkan pada papan pengumuman,” ungkap Mulyadi.

Hal senada disampaikan oleh Bejo Bahrudin, warga Desa Kasepuhan. Menurutnya P3D harus berani terbuka dalam menyampaikan hasil seleksi perangkat desa. “Kami hanya minta agar P3D Desa Depok dan Kandeman transparan, sehingga warga dan peserta tidak menaruh kecurigaan apa-apa. Karena itulah, kami mohon kepala Inspektorat segera memeriksa camat dan P3D,” kata Bahrudin.