Saling Bleyer Mobil Berujung Maut

657
SADIS : Pelaku pembunuhan saat dikeler di Polres Semarang, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SADIS : Pelaku pembunuhan saat dikeler di Polres Semarang, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SADIS : Pelaku pembunuhan saat dikeler di Polres Semarang, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SADIS : Pelaku pembunuhan saat dikeler di Polres Semarang, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN–Motif penusukan berujung kematian Herman Sugiyanto, 28, warga Kaliliseng RT 1 RW 5, Desa Losari, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, akhirnya terkuak. Senin (23/5), pelaku penusukan, Fahrizal Fani alias Kentang, 25, warga Kampung Kolang Kaling, Kelurahan Jatisari, Kecamatan Mijen, Kota Semarang diperlihatkan ke awak media di Mapolres Semarang.

“Karena mendengar ada teman yang dipukuli korban dan rekannya. Sebelumnya, dia (korban) bikin geger di depan Balai Kelurahan Bandungan, bleyer-bleyer mobilnya,” tutur Fahrizal mengungkap motivasi menusuk korban hingga tewas.

Bersama Fahrizal, dalam jumpa pers kemarin, polisi memperlihatkan dua tersangka lain, yakni Budi Santoso alias Santoet, 42, warga Bandungan dan Lucky Kurniawan alias Mentok, penduduk Pringapus. Keduanya turut mengeroyok Herman sebelum akhirnya ditusuk Fahrizal tiga kali di bagian paha kaki kanan. Santoet, diketahui memegangi korban dan memukul sementara Lucky ikut memukul.

“Kasus ini terungkap sekitar lima jam setelah laporan masuk ke kami, Minggu (15/5) sekitar pukul 06.30. Tersangka penusukan, kami amankan di daerah Pringapus, kemudian berturut-turut dua pelaku lain di Bandungan,” kata Kapolres Semarang AKBP V Thirdy Hardmiarso.