Masjid Ahmadiyah Diobrak-abrik Massa

288
RUSAK PARAH: Bangunan Masjid Al Kautsar milik jamaah Ahmadiyah Cabang Ringinarum yang dirusak massa, Minggu (22/5) malam. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RUSAK PARAH: Bangunan Masjid Al Kautsar milik jamaah Ahmadiyah Cabang Ringinarum yang dirusak massa, Minggu (22/5) malam. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RUSAK PARAH: Bangunan Masjid Al Kautsar  milik jamaah Ahmadiyah Cabang Ringinarum yang dirusak massa, Minggu (22/5) malam. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RUSAK PARAH: Bangunan Masjid Al Kautsar milik jamaah Ahmadiyah Cabang Ringinarum yang dirusak massa, Minggu (22/5) malam. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Kekerasan berbau suku, agama dan ras (SARA) terjadi di wilayah Kendal. Sebuah bangunan Masjid Al Kautsar milik Jamaah Ahmadiyah Cabang Ringinarum hancur diobrak-abrik massa. Pemicunya diduga lantaran ratusan warga kesal dengan pembangunan masjid yang terletak di Desa Purworejo RT 03 RW 01, Kecamatan Ringinarum yang sudah sejak 2004 tidak disetujui warga tersebut.

Dari saksi mata di lokasi kejadian, perusakan Masjid Al Kautsar itu terjadi Minggu (22/5) sekitar pukul 22.00. Ratusan warga tiba mengobrak-abrik bangunan masjid berikut isinya yang tengah dalam tahap pembangunan tersebut.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, bangunan berukuran 10×15 meter tersebut kondisinya dipenuhi puing-puing reruntuhan bangunan. Atap baja ringan yang tengah dikerjakan berserakan. Dinding bangunan juga dijebol oleh massa. Kerusakan parah juga tampak di kamar mandi dan tempat wudu.

Tidak hanya merusak bangunan, massa juga meluluhlantakkan serambi masjid yang berada di belakang bangunan yang biasa digunakan untuk mengaji dan tempat pertemuan Jamaah Ahmadiyah. Bahkan banyak buku-buku agama dan kitab-kitab, termasuk Alquran berserakan.

”Saya tidak tahu persis kejadiannya, karena malam hari. Sekitar pukul 22.00 terdengar suara gemuruh. Saya kira itu suara mendung, karena kondisinya habis hujan. Ternyata sudah banyak orang merusak bangunan masjid,” ujar Kumaidi, 63, warga sekitar.