Jaksa Masuk Sekolah, Bikin Siswa Melek Hukum

475
MELEK HUKUM: Tri Yuliyanto didampingi Hj lda Nurlaila Candra beserta jajaran guru dan pelajar SMP Negeri 30 Semarang usai melaksanakan program Jaksa Masuk Sekolah (JMS). (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MELEK HUKUM: Tri Yuliyanto didampingi Hj lda Nurlaila Candra beserta jajaran guru dan pelajar SMP Negeri 30 Semarang usai melaksanakan program Jaksa Masuk Sekolah (JMS). (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MELEK HUKUM: Tri Yuliyanto didampingi Hj lda Nurlaila Candra beserta jajaran guru dan pelajar SMP Negeri 30 Semarang usai melaksanakan program Jaksa Masuk Sekolah (JMS). (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MELEK HUKUM: Tri Yuliyanto didampingi Hj lda Nurlaila Candra beserta jajaran guru dan pelajar SMP Negeri 30 Semarang usai melaksanakan program Jaksa Masuk Sekolah (JMS). (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Setelah memaksimalkan program Tim Pengawal dan Pengamanan, Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) kepada instansi pemerintahan, kali ini Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang melakukan gebrakan baru program penyuluhan dan penerangan hukum sejak dini dengan konsep ’Jaksa Masuk Sekolah (JMS)’ yang diberikan kepada seluruh pelajar SMP Negeri 30 Semarang, Senin (23/5).

Dalam kesempatan itu, perwakilan Kejari Semarang dihadiri oleh tim Intelijen yang dipimpin secara langsung oleh Kepala Seksi Intelijen, Tri Yuliyanto. Dalam paparan materinya Tri menekankan semangat Pancasila dan mengenal arti dari semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Menurutnya materi tersebut diberikan agar nantinya para siswa dapat ikut berperan aktif menjaga keutuhan negara Indonesia.

”Bagaimanapun sebagai siswa juga mempunyai hak dan kewajiban untuk membela negara. Misalnya dengan menjalankan tata tertib di sekolah, mengikuti upacara bendera dengan hikmat, dan menghormati guru karena itu juga bagian dari contoh-contoh peran serta kalian (siswa, Red) dalam menumbuhkan dan memiliki semangat nasionalisme,” kata Tri dalam paparan materinya yang disampaikan dalam upacara bendera di halaman SMP Negeri 30 Semarang tersebut. Tri menganggap apabila para siswa melaksanakan hal tersebut secara langsung juga sudah turut berperan serta menjaga keutuhan bangsa Indonesia dan meneruskan perjuangan para pahlawan terdahulu.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 30 Semarang, lda Nurlaila Candra berharap ke depan para pelajar di tidak tersangkut atau melakukan perbuatan yang melanggar hukum. Menurutnya, jika penerapan bidang hukum sudah dilakukan sejak dini, diharapkan akan berpengaruh pada perkembangan moral peserta didik ke arah positif. ”Para siswa harus mampu menjadi generasi penerus bangsa, yang selalu berjalan pada koridor peraturan hukum yang berlaku,” katanya. ”Dengan belajar hukum mulai dari sekolah tentunya sebagai siswa sudah mengenal mana tindakan yang berakibat hukuman berat atau ringan, setidaknya dasar awal tentang hukum bisa dipelajari,” ungkapnya. (jks/zal/ce1)