GEMPAR: Ratusan warga saat menyaksikan proses evakuasi mayat membusuk di Sungai Kanal Peterongan. (ARIF RIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GEMPAR: Ratusan warga saat menyaksikan proses evakuasi mayat membusuk di Sungai Kanal Peterongan. (ARIF RIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GEMPAR: Ratusan warga saat menyaksikan proses evakuasi mayat membusuk di Sungai Kanal Peterongan. (ARIF RIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GEMPAR: Ratusan warga saat menyaksikan proses evakuasi mayat membusuk di Sungai Kanal Peterongan. (ARIF RIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Nasib tragis dialami DR, 26, warga Desa Sidomukti, Weleri, Kendal. Ia ditemukan tewas di dalam kamar kosnya di Jalan Taman Kelud Selatan, Kelurahan Petompon, Kecamatan Gajahmungkur, Senin (23/5) dini hari sekitar pukul 00.30. Diduga korban tewas setelah meminum ramuan untuk aborsi yang diberikan kekasihnya. Korban sendiri diketahui tengah berbadan dua alias hamil.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang, pada Minggu (22/5) sekitar pukul 17.00, korban diantar ke tempat kos oleh kekasihnya, W. Saat diantar, korban mengeluh sakit pada bagian perut. Kemudian korban meminum ramuan berupa cairan yang didapat dari W. Ramuan tersebut ditaruh pada sebuah botol air mineral yang ditemukan di dalam kamar. Setelah meminum ramuan itu, diduga korban mengalami pendarahan hebat hingga menemui ajal.

”Ada laporan orang meninggal di tempat kos, kemudian anggota datang ke lokasi dan melakukan penyelidikan. Kalau ramuan itu ditaruh di sebuah botol air mineral,” kata Kasubag Humas Polrestabes Semarang, Kompol Suwarna, saat ditemui di Mapolrestabes Semarang, Senin (23/5) siang.

Tim Inafis Polrestabes Semarang dan Polsek Gajahmungkur yang tiba di lokasi kejadian langsung menggelar olah tempat kejadian perkara. Sejumlah saksi yang dimintai keterangan oleh polisi, di antaranya dua penghuni kos setempat, yakni DA, 24, dan DPA, 24. ”Saksi-saksi sudah dimintai keterangan,” ungkap Suwarna.