Biaya Haji 2016 Turun Rp 5 Jutaan

289

PEKALONGAN-Biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) mengalami penurunan sebesar Rp 5 juta. Jika tahun lalu, BPIH sekitar Rp 39 juta, pada tahun 2016 ini turun menjadi sekitar Rp 34 juta.
Kepala Kemenag Kota Pekalongan Imam Tobroni menjelaskan bahwa BPIH berkurang karena turun nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. “Pergerakan dolar pada tahun ini lebih rendah, tidak seperti tahun lalu yang cukup tinggi,” katanya, Senin (23/5) kemarin.

Ditambahkan, Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Kota Pekalongan, Muhammad Nadhif bahwa setelah keluarnya biaya haji, maka dibuka pelunasan biaya haji 2016. Pada pelunasan biaya haji tahap I tahun 2016, dibuka 19 Mei hingga 10 Juni mendatang. “Untuk itu kami ingatkan, kepada calon jamaah haji yang sudah terdaftar untuk keberangkatan tahun ini, harus segera melakukan pelunasan,” ucapnya.

Dijelaskan, pelunasan setiap kota bervariasi, namun semua turun. Untuk Kota Pekalongan, biaya haji ditetapkan sebesar Rp 34.841.414. Jadi setiap calon jamaah haji tinggal melunasi sisa pembayaram, karena sebelumnya sudah membayar setoran awal minimal Rp 25 juta. “Pelunasan disesuaikan dengan kekurangan masing-masing. Dari minimal Rp 25 juta setoran awal,” jelasnya lagi.

Sedangkan untuk pelunasan tahap II, akan dibuka mulai 20 hingga 30 Juni mendatang. Meskipun biaya haji mengalami penurunan, Nadhief memastikan tidak ada penurunan kualitas pelayanan. Justru, ada peningkatan di beberapa sisi seperti jumlah makan di Makkah, dimana sebelumnya jamaah haji hanya mendapatkan makan satu kali sehari selama 15 hari, tahun ini ditambah menjadi dua kali sehari selama 12 hari.

Dari data Kemenag, untuk Kota Pekalongan ada sebanyak 389 calon jamaah haji yang akan berangkat tahun ini. Namun dari jumlah itu, sudah dipastikan satu calon jamaah haji meninggal dunia, dan tiga di antaranya menunda karena hamil. Biasanya suami calon jamaah haji hamil yang mendampingi, juga ikut menunda.

Selain itu, biasanya di akhir pelunasan ada calhaj yang menunda berangkat karena tidak sanggup melunasi atau halangan tertentu. “Untuk mengantisipasinya, agar kuota maksimal, kami sudah menyiapkan cadangan calon jamaah haji sebanyak 17 orang, untuk mengganti yang batal berangkat. Mereka juga sudah siap melunasi biaya haji kapanpun dan sudah melakukan persiapan administrasi lainnya,” tutupnya. (han/ida)