Terendam Rob, Rumah Ambruk

Nyaris Timpa Penghuni

327
AMBRUK : Kondisi rumah Tambari yang ambruk karena pondasi rumah yang terbuat dari kayu lapuk oleh air rob. Sejumlah warga mengambil kayu yang masih layak pakai. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
AMBRUK : Kondisi rumah Tambari yang ambruk karena pondasi rumah yang terbuat dari kayu lapuk oleh air rob. Sejumlah warga mengambil kayu yang masih layak pakai. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
AMBRUK : Kondisi rumah Tambari yang ambruk karena pondasi rumah yang terbuat dari kayu lapuk oleh air rob. Sejumlah warga mengambil kayu yang masih layak pakai. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
AMBRUK : Kondisi rumah Tambari yang ambruk karena pondasi rumah yang terbuat dari kayu lapuk oleh air rob. Sejumlah warga mengambil kayu yang masih layak pakai. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

PEKALONGAN – Diduga karena digenangi rob selama bertahun-tahun, rumah milik Tambari, 60, warga RT 05 RW 13, Kelurahan Pabean, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, ambruk. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Pemilik rumah saat dikonfirmasi mengatakan sebelumnya ia berniat memanggil tukang untuk membetulkan rumahnya yang sangat sederhana dari kayu dan bambu tersebut. Dirinya sudah merasa tiang penyangga rumah dalam kondisi rapuh akibat lama tergenang rob selama bertahun-tahun.

“Saya sudah feeling, di dalam rumah merasa tidak enak karena ada bunyi seperti kayu patah. Tiba-tiba bunyi krotak-krotak dari rumah saya, karena saya takut rumah akan roboh kemudian saya bawa ibu dan anak saya keluar dari rumah. Padahal kondisi ibu saya sedang sakit. Dan setelah saya keluar, memang benar tiba-tiba rumah saya ambruk” katanya, Sabtu (21/05).

Disebutkan Tambari, saat rumah ambruk kejadiannya pada Jumat (20/5) menjelang malam atau petang hari.