AWAS LICIN: Petugas BPBD Demak membersihkan jalan raya Guntur dari lumpur. (Wahid Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
AWAS LICIN: Petugas BPBD Demak membersihkan jalan raya Guntur dari lumpur. (Wahid Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
AWAS LICIN: Petugas BPBD Demak membersihkan jalan raya Guntur dari lumpur. (Wahid Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
AWAS LICIN: Petugas BPBD Demak membersihkan jalan raya Guntur dari lumpur. (Wahid Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)

DEMAK-Hujan deras yang berlangsung terus menerus di wilayah selatan Demak memicu meluapnya Sungai B1 Guntur. Akibatnya, anak sungai Cabean yang berada di wilayah Desa Bakalrejo, Kecamatan Guntur tersebut diterjang banjir lumpur.

Akibatnya, air bercampur lumpur pekat tersebut membanjiri jalan utama Guntur-Karangawen. Kondisi tersebut juga mengganggu arus lalulintas yang melalui jalur alterantif penghubung antar kecamatan itu.

Dandim 0716 Demak, Letkol Inf Nanang TT Wibisono mengatakan, semula sungai yang berhulu di Kabupaten Semarang itu mengalami kenaikan debit. Dampaknya, di belokan tanggul sungai B1 di Desa Bakalrejo tidak mampu menampung dan menahan kiriman arus deras air lumpur yang mencapai 170 meter kubik perdetik itu.

Dengan demikian, air lumpur melimpas melewati tanggul sungai sebelah barat. Air lumpur pun menutupi jalan raya antar kecamatan itu. “Sungai tidak mampu menahan air deras yang dating tiba-tiba,” katanya.

Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak Anjar Gunadi melalui korlap Suprapto mengatakan, petugas BPBD bersama TNI bersama warga membersihkan lumpur yang merendam jalan itu. “Sedangkan, tanggul sungai ditutupi karung pasir agar dapat menahan limpasan air,” katanya. Dengan kerja keras itu, akhirnya air sungai berangsur surut. (hib/zal)