Arena TMMD Digunakan untuk Konsultasi Tentang Psikologi

305
Warga konsultasi psikologi disela kegiatan TMMD.(wahibpribadi)
Warga konsultasi psikologi disela kegiatan TMMD.(wahibpribadi)
Warga konsultasi psikologi disela kegiatan TMMD.(wahibpribadi)
Warga konsultasi psikologi disela kegiatan TMMD.(wahibpribadi)
DEMAK-Kegiatan non fisik di TMMD Reg. Ke- 96 Kodim 0716 Demak, digunakan untuk ajang konsultasi psikologi anak. Banyak warga yang berkonsultasi dalam forum penyuluhan yang diisi Dosen Universitas Muria Kudus (UMK), Ridwan Budi Pramono, S.Psi, M.A.

Ini seperti yang disampaikan Diah, 45, warga Desa Trengguli, Kecamatan Wonosalam. Diah mengatakan, bahwa akhir-akhir ini dia sering merasa cemas dengan kondisi fisiknya karena dipicu penyakit lambung akut. Akibatnya, dia tidak sanggup untuk bangun dari tempat tidur.

Kakinya pernak terasa tidak bisa digerakkan ketika harus berangkat kerja. Dia mengatakan, dirinya sudah melakukan upaya medis, tetapi gangguan lambung justru mudah kambuh. “Setiap kali anak saya tidak bisa diatur dan membantah, saya merasa sesak nafas dan tidak dapat mengendalikan irama tubuh saya. ‘Apa yang saya alami dan apa yang harus saya lakukan ?,’ tanya Diah.

Ridwan Budi Pramono, menjelaskan, manusia memiliki empat dimensi, yaitu biologis, psikologis, sosial dan religius. Keempat dimensi tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan dan saling mempengaruhi satu sama lain.

“Setelah kita mengenal keempat dimensi itu, mari kita coba menelaah permasalahan ibu. Walaupun masih sulit untuk mengidentifikasi karena ibu tidak mengatakan sudah berapa lama ibu mengalami hal ini. Sesering apa kambuhnya, dan adakah permasalahan yang ibu rasakan di tempat kerja, maka saya hanya dapat berasumsi mungkin ibu mengalami apa yang disebut gangguan kecemasan,” katanya.

Gangguan kecemasan adalah gangguan ketakutan dan kecemasan kronis, di mana individu mengalami kesulitan untuk mengontrol kecemasannya sungguh pun tidak ada rangsangan spesifik. Dengan begitu, berbagai hal yang dialami dapat saja memicu timbulnya kecemasan, tidak harus hal tertentu.(hib/ap)