TINGKATKAN KECAKAPAN : Peserta didik Sekolah Nasima belajar mengenai aneka potensi bencana di Museum Merapi. (DOK NASIMA)
TINGKATKAN KECAKAPAN : Peserta didik Sekolah Nasima belajar mengenai aneka potensi bencana di Museum Merapi. (DOK NASIMA)
TINGKATKAN KECAKAPAN : Peserta didik Sekolah Nasima belajar mengenai aneka potensi bencana di Museum Merapi. (DOK NASIMA)
TINGKATKAN KECAKAPAN : Peserta didik Sekolah Nasima belajar mengenai aneka potensi bencana di Museum Merapi. (DOK NASIMA)

CETAK biru Sekolah Nasima sejak berdiri tahun 1994, berusaha menerjemahkan pemikiran futuristik bahwa siapapun yang menguasai atau memiliki kompetensi teknologi (terutama teknologi informasi) dialah yang akan menguasai atau memimpin dunia. Oleh karena itu, ketika TK Nasima berdiri sebagai pioneer Sekolah Nasima, yayasan melengkapi fasilitas pembelajaran berupa laboratorium komputer dengan teknologi terbaru.

Kompetensi teknologi terapan disusun berlandaskan pengembangan dan kolaborasi pemikiran Pendiri Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Nasima, konsep kecakapan hidup, kebutuhan empiric yang membutuhkan kompetensi tertentu.

Sekolah Nasima selanjutnya mengerucutkan aneka kecakapan hidup tersebut menjadi 7 (tujuh) jenis kecakapan hidup. Pertama, kompetensi hidup dasar. Kompetensi dasar ini meliputi kompetensi mengelola diri, mengelola perlengkapan pribadi, melakukan tugas-tugas kerumahtanggaan, penjelajahan lingkungan, dan budaya belajar.

Kedua, kompetensi pengelolaan lingkungan hidup, meliputi menanam dan merawat ragam tanaman, membuat media tanam dan pupuk organik, mengelola limbah, berkreasi memanfaatkan limbah. Ketiga, kompetensi hidup sehat. Kompetensi ini membekali peserta didik dengan pengetahuan, sikap, dan keterampilan olah raga, gizi, tanaman obat keluarga atau obat herbal, menjauhi narkoba dan sejenisnya, dan P3K. Keempat, kompetensi teknik dasar yang meliputi pertukangan dasar, kelistrikan sehari-hari, permesinan sehari-hari.

Kelima, kompetensi tanggap bencana. Peserta didik dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan tentang karakteristik Indonesia sebagai wilayah rawan bencana, jenis-jenis bencana, teknik-teknik evakuasi berdasar jenis bencana, dan langkah-langkah antisipasi berdasar jenis bencana.