Babinsa Dampingi Petani Beras Merah

333
BERAS MERAH: Serda Widiyanto, selaku Babinsa Banyubiru ikut memanen beras merah di lahan milik Daryoto, warga Banyubiru, Dukun, Kabupaten Magelang. (ISTIMEWA)
BERAS MERAH: Serda Widiyanto, selaku Babinsa Banyubiru ikut memanen beras merah di lahan milik Daryoto, warga Banyubiru, Dukun, Kabupaten Magelang. (ISTIMEWA)
BERAS MERAH: Serda Widiyanto, selaku Babinsa Banyubiru ikut memanen beras merah di lahan milik Daryoto, warga Banyubiru, Dukun, Kabupaten Magelang. (ISTIMEWA)
BERAS MERAH: Serda Widiyanto, selaku Babinsa Banyubiru ikut memanen beras merah di lahan milik Daryoto, warga Banyubiru, Dukun, Kabupaten Magelang. (ISTIMEWA)

MAGELANG- Babinsa Banyubiru Koramil 15 Dukun Kodim 0705/Magelang Serda Widiyanto melaksanakan pendampingan panen padi jenis merah seluas 0,2 hektare milik Daryoto, warga Dusun Garonan, Desa Banyubiru, Kamis (19/5). Padi beras merah merupakan salah satu jenis padi yang mengandung gizi yang tinggi. Menurut penelitian, beras merah menunjukkan bahwa ekstrak larutan beras merah mengandung protein, asam lemak tidak jenuh, beta-sterol, camsterol, stigmasterol, isoflavones, saponin, Zn dan Se, lovastrin, dan mevinolin-HMG-CoA. Unsur terakhir adalah reduktase inhibitor yang dapat mengurangi sintesis kolesterol di hati

Menurut Departemen Kesehatan, beras merah tumbuk mengandung protein 7,3 persen, besi 4,2 persen, dan vitamin B1 0,34 persen. Bubur beras merah dicampur susu merupakan resep mkanan bayi berumur 4 bulan sampai 1 tahun. Beberapa zat gizi umumnya ditemukan di beras merah termasuk vitamin E, thiamin, magnesium, vitamin B6, dan serat.

Selain itu, ada sekitar selusin lebih banyak vitamin dan mineral yang ditemukan dalam beras merah. Selain itu, beras merah mengandung sekitar empat kali jumlah serat makanan daripada beras putih. Selain beberapa manfaat dan nilai gizi yang disebutkan di atas, beras beras merah juga sangat baik dikonsumsi bagi penderita diabetes serta obesitas, karena beras merah kandungan gulanya sangat rendah.

“Untuk saat ini beras merah kurang begitu dinikmati oleh masyarakat, apabila dibanding beras putih, saat ini beras merah banyak dibeli oleh tengkulak yang dikirim ke perusahaan –perusahaan yang memproduksi makanan bayi sehingga harga beras di pasaran variatif antara daerah satu dengan daerah lain,” ujar Daryoto, 51, pemilik lahan.

Untuk mengontrol harga beras merah di pasaran, ia berharap agar pemerintah atau dinas terkait bisa menampung hasil panen gabah merah seperti gabah atau beras putih yang bisa disetorkan ke Bulog.

Serda Widiyanto, selaku Babinsa Banyubiru menyampaikan, untuk saat ini sesuai perintah dari pimpinan bahwa pendampingan yang dilaksanakan oleh Babinsa dalam penyerapan gabah petani hanya untuk beras putih. “Untuk keluhan dari petani akan disampaikan kepada pimpinan yang lebih berkompeten,” katanya. (pen/aro)