REKONSTRUKSI : Tomo, saat melakukan rekonstruksi penganiayaan yang menyebabkan orang meninggal dunia dengan 30 adegan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
REKONSTRUKSI : Tomo, saat melakukan rekonstruksi penganiayaan yang menyebabkan orang meninggal dunia dengan 30 adegan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
REKONSTRUKSI : Tomo, saat melakukan rekonstruksi penganiayaan yang menyebabkan orang meninggal dunia dengan 30 adegan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
REKONSTRUKSI : Tomo, saat melakukan rekonstruksi penganiayaan yang menyebabkan orang meninggal dunia dengan 30 adegan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Supriyono alias Tomo Bin Kastolani, 27, warga Desa Sijeruk, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, Jumat (20/5) kemarin, memperagakan 30 adegan rekonstruksi penganiayaan hingga menyebabkan Wahab Lana, 24, warga Desa Sijeruk, meninggal dunia. Bahkan, 4 temannya yang menjadi saksi juga lancar memperagakan peran sesuai dengan kejadian sebenarnya, meski lokasi rekonstruksi di halaman Mapolres Pekalongan.

Dalam rekonstruksi tersebut terungkap bahwa penganiayaan yang dilakukan Selasa (10/5) lalu, bermula ketika korban bersama temannya Nurhadi, 23, dan Deni Agung, 27, (saksi) sedang meminum minuman keras (miras) jenis ciu di pabrik penggilingan padi di Desa Sijeruk, Kecamatan Sragi. Tak lama kemudian datang tersangka bersama saksi, lalu mengajak membeli ciu di Comal pada pukul 23.00. Setelah membeli ciu, datang teman tersangka berjumlah 4 orang, yaitu Andi, Ratno, Tutur, dan Beni. Mereka minum ciu bersama hingga mabuk, termasuk korban.

Ketika hendak pulang, korban tak sengaja meludah dan mengenai tangan kanan tersangka. Spontan tersangka marah dan langsung menampar muka korban hingga keduanya nyaris melakukan perkelahian. Kondisi tersebut sempat dilerai oleh beberapa teman korban, adegan itu ditampilkan pada rekonstruksi nomor 18.

Meski dilerai oleh beberapa saksi, seperti dalam rekonstruksi nomor 20, tersangka tetap saja melakukan pemukulan terhadap korban, hingga korban terjatuh dan kepalanya membentur aspal, lalu pingsan tak sadarkan diri. Melihat korban pingsan dan kepalanya mengeluarkan darah, para saksi meminta bantuan warga sekitar dan membawanya ke RSUD Kraton. Namun setelah dirawat beberapa jam kemudian, korban meninggal dengan beberapa luka bekas pukulan. “Saya kesal dengan Wahab, karena meludahi tangan saya. Akhirnya saya pukul terus hingga terjatuh. Saat melakukan, saya masih mabuk,” kata Tomo.

Sementara itu, Sat Reskrim Polres Pekalongan, AKP Berry menegaskan bahwa tersangka dijerat dengan pasal 351 ayat 3 KUHP, yakni penganiayaan yang menyebabkan orang meninggal dunia dengan 30 adegan. (thd/ida)