Mahasiswa Soroti Kepemimpinan yang Lemah

261
BERTOPENG: Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Semarang membawa poster berisi kritikan dalam aksi demo memperingati Hari Kebangkitan Nasional, kemarin. (John Wahid/Jawa Pos Radar Semarang)
BERTOPENG: Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Semarang membawa poster berisi kritikan dalam aksi demo memperingati Hari Kebangkitan Nasional, kemarin. (John Wahid/Jawa Pos Radar Semarang)
BERTOPENG: Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Semarang membawa poster berisi kritikan dalam aksi demo memperingati Hari Kebangkitan Nasional, kemarin. (John Wahid/Jawa Pos Radar Semarang)
BERTOPENG: Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Semarang membawa poster berisi kritikan dalam aksi demo memperingati Hari Kebangkitan Nasional, kemarin. (John Wahid/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Semarang, Jumat (20/5) menggelar aksi di depan Kantor Gubernur Jateng. Mereka mengenakan topeng dan membawa poster bertuliskan ”Kakean Blusukan, Lali Gawean” serta tulisan lain. Aksi ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan Manifesto Reformasi sebagai tuntutan dan arah perjuangan demi meluruskan reformasi. Ketua KAMMI Kota Semarang, Moh Khanif Nasukha mengatakan aksi ini merupakan bentuk kekhawatiran pemuda terhadap kondisi Indonesia. Pasalnya 18 tahun lalu, reformasi Indonesia tidak membawa perbaikan berarti bagi kualitas dan moralitas kehidupan bangsa. ”Ini sebagai semangat dalam menjaga reformasi dan aksi ini dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Khanif mengatakan dalam aksi ini terdapat 8 poin inti dan 3 paling inti. Di antaranya memperingatkan politisi busuk, pejabat korup, dan pengusaha hitam. ”Kami mengkritisi masalah ekonomi serta kepemimpinan yang lemah,” paparnya.

Aksi yang dilakukan oleh KAMMI tersebut mendapat respons positif dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Walaupun tidak ditemui secara langsung, gubernur sepakat dengan manifesto reformasi tersebut, dan berkomitmen menegakkan semangat reformasi, serta meminta seluruh mahasiswa ikut dalam proses pengawasan dalam melakukan penegakan reformasi. (hid/ric/ce1)