Sedangkan mobil yang telah diisi BBM masih tetap berada di lokasi karena sang sopir sedang tidak di dalam mobil. Seketika, karyawan SPBU yang sedang bertugas langsung memerintahkan para pembeli bensin yang sedang berada di situ untuk segera meninggalkan lokasi. Termasuk mobil yang baru diisi premium tadi.

“Tadi petugas kasir meminta konsumen untuk pergi dulu. Lha sopirnya mobil tadi juga langsung lari membawa mobilnya. Padahal penutup tangki bensinnya belum ditutup dan dia belum bayar,” bebernya.

Bersyukur, sejumlah karyawan SPBU tersebut sigap, berusaha memadamkan kobaran api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) yang tersedia. Namun karena api tak juga padam, proses pemadaman dilakukan dengan cara menyiramkan air dari ember ke mesin pompa yang terbakar tadi.

Beruntung, dalam tempo kurang dari setengah jam, kobaran api bisa dipadamkan sehingga tidak merembet ke mesin pompa lainnya dan tidak menimbulkan kebakaran lebih besar. Saat tiga unit mobil pemadam kebakaran dari Kota Pekalongan tiba di lokasi, api sudah berhasil dijinakkan. Namun petugas pemadam kebakaran tetap melakukan pendinginan ke mesin pompa yang terbakar untuk memastikan sudah benar-benar tidak ada api.

Sesaat setelag itu, anggota Bhabinkamtibmas Kelurahan Tirto Aiptu Winarso, beberapa anggota Polsek Pekalongan Barat, sejumlah anggota Satreskrim Polres Pekalongan Kota, tiba di lokasi untuk mengamankan TKP dan memeriksa para saksi. Anggota Inafis Polres Pekalongan Kota juga tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP. (han/ida)