Yudi: Penyetoran Uang Wewenang UPTD Kasda

217

SEMARANG – Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kota Semarang Yudi Mardiana menyatakan selama ini pihaknya belum pernah berkomunikasi mengenai penyimpanan kas daerah (kasda) dengan Diah Ayu Kusumaningrum (DAK), tersangka kasus dugaan korupsi dana deposito kasda Pemkot Semarang sebesar Rp 22,7 miliar. Namun pihaknya tidak menyangkal jika pernah bertemu dengan DAK. Itu pun hanya sekadar perkenalan ketika Yudi menjabat sebagai Kepala DPKAD pada 2011 silam.

”Saya tidak pernah komunikasi sama Diah. Bertemu sekali-dua kali pernah, itu pun hanya sebatas pertemuan silaturahmi, dan memperkenalkan sebagai kepala dinas,” terang Yudi kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Terkait penyetoran uang kasda, sesuai SOP (standar operasional prosedur) dilakukan UPTD kasda. ”Kalau penyetoran bukan kewenangan saya, itu kewenangan (UPTD) kasda, sesuai SOP-nya seperti itu,” tegasnya. Justru Yudi mengklaim jika kejadian hilangnya uang kasda tersebut atas temuan dirinya.

Pernyataan Yudi Mardiana tersebut menanggapi statemen salah satu kuasa hukum DAK, Ahmad Hadi Prayitno, yang mendesak pihak kepolisian mengusut keterlibatan Yudi Mardiana.

Diketahui, berkas perkara DAK telah dinyatakan P21 oleh Kejari Semarang. Bahkan, DAK dalam dekat akan dijebloskan ke sel tahanan. ”Berkas Diah Ayu sudah lengkap, sudah dinyatakan P21 sejak Senin (16/5) lalu,” ungkap Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanudin, Rabu (18/5) kemarin.

Tersangka Diah Ayu sendiri sekarang ini masih melenggang bebas. Sedangkan satu tersangka lain yang sudah ditahan, yakni Kepala UPTD Kasda DPKAD Kota Semarang, Suhantoro.

Burhanudin berjanji akan secepatnya melakukan penahanan terhadap tersangka DAK. ”Pastinya dia (Diah) akan segera kita tahan. Akan kita ekspos, kita publikasikan,” tegasnya. (zal/aro/ce1)