HKG: Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang Krisseptiana Hendrar Prihadi memotong tumpeng peringatan Hari Kesatuan Gerak Ke-44 PKK di ruang Lokakrida Gedung Moch Ikhsan Balai Kota, kemarin. (Ist)
HKG: Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang Krisseptiana Hendrar Prihadi memotong tumpeng peringatan Hari Kesatuan Gerak Ke-44 PKK di ruang Lokakrida Gedung Moch Ikhsan Balai Kota, kemarin. (Ist)
HKG: Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang Krisseptiana Hendrar Prihadi memotong tumpeng peringatan Hari Kesatuan Gerak Ke-44 PKK di ruang Lokakrida Gedung Moch Ikhsan Balai Kota, kemarin. (Ist)
HKG: Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang Krisseptiana Hendrar Prihadi memotong tumpeng peringatan Hari Kesatuan Gerak Ke-44 PKK di ruang Lokakrida Gedung Moch Ikhsan Balai Kota, kemarin. (Ist)

SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang bersama TP PKK menyelenggarakan peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) ke-44 PKK 2016 di ruang Lokakrida Gedung Moch Ikhsan, Kamis (19/5). Acara tersebut dihadiri Sekda Kota Semarang Adi Tri Hananto, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang Krisseptiana Hendrar Prihadi, Kepala SKPD, hingga gabungan organisasi wanita Kota Semarang.

Dengan mengusung tema Dengan HKG Ke-44 Tahun 2016 Kita Wujudkan Kinerja Gerakan PKK Melalui Penguatan Dasawisma diharapkan kegiatan tersebut dapat memelihara semangat pengabdian dan meningkatkan peran aktifnya guna mewujudkan tujuan yaitu keluarga, masyarakat yang sejahtera, mandiri, dan sehat. Selain itu melalui kegiatan tersebut dapat dijadikan motivasi dan penghargaan kepada kader PKK dan warga masyarakat yang aktif untuk mewujudkan gerakan PKK.

Sekda Kota Semarang Adi Trihananto yang hadir mewakili Wali Kota, bahwa melalui peringatan HKG ke-44 ini bisa semakin memacu semangat dan komitmen ibu-ibu PKK dan organisasi wanita lainnya di Kota Semarang untuk berperan aktif khususnya di dalam memberdayakan dan menyejahterakan keluarga sebagai salah satu modal membangun Kota Semarang menjadi semakin hebat.

”Saya menginginkan dasawisma bukan sekadar kumpulan ibu-ibu, namun ada sebuah gagasan positif yang dilahirkan di setiap pertemuan dan aksi nyata di dalam ikut menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang terjadi di masyarakat, khususnya di Kota Semarang. Seperti Angka Kematian Ibu dan Anak yang masih relatif tinggi, angka kejadian DBD, kasus HIV/AIDS serta yang sedang marak terjadi, kasus kekerasan terhadap kaum perempuan dan anak,” ujar Sekda.