Pihaknya juga menjelaskan, sebelum proses eksekusi telah turun langsung melihat lahan bangunan yang akan diratakan. Bahkan, pihaknya siap menjamin apabila proses eksekusi di luar ketentuan.

”Saya sudah cek di lokasi, di bawah itu ada relnya, itu sampai ujung dekat pabrik Sri Boga. Bagi yang punya sertifikat aman, jaminananya saya. Kalau disentuh lapor saya,” tandasnya.

Pihaknya tidak menampik proses eksekusi di lapangan tidak luput dari keributan. Menurutnya, hal tersebut tidak terjadi di Kota Semarang saja melainkan di kota-kota lainnya. ”Hal seperti ini mesti terjadi, di Semarang juga. Contohnya anggota saya sudah ada yang terluka,” katanya.

Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi, yang hadir di lokasi didampingi Wakil Ketua DPRD Joko Santoso dan anggota dewan lainnya merespons penjelasan Burhanudin. Pihaknya juga mengakui sangat prihatin dengan kejadian ini.

”Memang kepolisian sendiri bertugas. Besok (hari ini) kita akan undang PT KAI untuk menyelesaikan PR (pekerjaan rumah) ini. Ya, nanti akan ada proses negosiasi ganti rugi bangunan yang dieksekusi,” ujarnya.

Kabid Humas Polrestabes Semarang, Kompol Suwarna, menyebutkan telah menerjunkan ribuan personel untuk pengamanan proses eksekusi. Personel tersebut tergabung dari Brimob Polda Jateng, Dalmas, Sabhara dan anggota Polrestabes Semarang lainnya.