Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanudin, yang turun langsung di lapangan mengawal pengamanan proses eksekusi terlihat geram. Ia sempat bersitegang dengan beberapa anggota DPRD Kota Semarang yang juga turun di lokasi eksekusi.

”Kalau di sini masih diskusi tidak akan selesai-selesai. Sampai besok pun juga tidak akan selesai kalau di sini diskusi lagi,” tegasnya di depan kalangan dewan yang juga hadir di lokasi eksekusi

Menurutnya, pihak kepolisian diturunkan di lapangan bertugas sebagai pengawalan dan pengamanan. Pihaknya tidak berpihak kepada siapa pun baik warga ataupun PT KAI.

”Kami tidak ngeblok sana, tidak ngeblok sini. Ini permintaan pengamanan, apalagi ini BUMN. Nanti kalau mau diskusi di kantor saja, apa bentuknya yuridis silakan bisa dikantor Pak Supriyadi (Ketua DPRD Kota Semarang) atau di mana,” katanya.

Pihaknya juga nenegaskan, proses eksekusi tetap jalan terus sesuai prosedur. Bahkan pihaknya juga akan menambah personel di lapangan sewaktu-waktu selama proses eksekusi berlangsung.

”Saya tidak menyerah. Ini dua perwira saya sudah luka parah dilempar batu dari atas bangunan sampai mengalami patah tulang. Kalian semua lihat sendiri tadi. Kalau hari ini (kemarin) personel belum banyak, besok pagi (hari ini) akan lebih banyak lagi,” ujarnya.