Ricuh, Penertiban Lahan Kebonharjo

Satu Warga Meninggal, Dua Polisi Terluka Parah

476
DIRATAKAN: Puluhan rumah warga Kebonharjo, Kelurahan Tanjung Mas, Semarang dirobohkan dengan alat berat yang dijaga ketat petugas gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP Kota Semarang, dan petugas PT KAI, kemarin. (ADITYO DWI/JPG/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIRATAKAN: Puluhan rumah warga Kebonharjo, Kelurahan Tanjung Mas, Semarang dirobohkan dengan alat berat yang dijaga ketat petugas gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP Kota Semarang, dan petugas PT KAI, kemarin. (ADITYO DWI/JPG/JAWA POS RADAR SEMARANG)

TANJUNG MAS – Penertiban lahan milik PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) yang dihuni warga Kebonharjo, Kelurahan Tanjung Mas, Semarang berlangsung ricuh. Ribuan petugas gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP Kota Semarang, dan petugas PT KAI terlibat bentrok dengan warga yang melakukan penghadangan, Kamis (19/5). Setidaknya tujuh anggota polisi yang bertugas mengawal proses eksekusi dilarikan ke rumah sakit, dua orang di antaranya mengalami luka parah akibat terkena lemparan benda keras. Kedua korban adalah Ipda Wayan dan Bripka Rony Hidayat. Salah satu korban terkena sabetan di sela jari kanan.

Selain itu, puluhan warga mengalami luka-luka. Bahkan ada seorang warga yang tewas mendadak terkena serangan jantung lantaran histeris rumahnya dihancurkan dengan alat berat. Korban diketahui bernama Jamian, 60, warga Kebonharjo RT 1 RW 10. Ia meninggal karena kaget melihat ribuan personel dan alat berat datang menghancurkan rumahnya.

Penertiban dilakukan setelah petugas melakukan apel di halaman Stasiun Tawang Semarang sekitar pukul 07.45 pagi. Usai apel, separo petugas berangkat menuju kawasan Kebonharjo melewati Jalan Ranggawarsita. Aparat kepolisian yang menggunakan atribut lengkap seperti tameng dan tongkat pemukul hingga peluncur tembakan air mata, langsung dihadang ratusan warga Kebonharjo. Warga sempat memagari area kampung dengan pagar betis bahkan sampai melakukan aksi tidur di jalan agar tiga alat berat jenis beghu yang digunakan untuk membongkar rumah warga tidak masuk ke perkampungan.

Petugas Dalmas dan Brimob yang bersiaga di Jalan Ranggwarsito tampak tenang dan langsung berjajar rapi membentuk barikade manusia. Tak berselang lama, ratusan petugas datang dari arah timur Stasiun Tawang dengan berjalan kaki. Juga sebuah beghu warna kuning melintasi jalan sempit di samping rel KA. Untuk membuka jalan ke Kampung Kebonharjo, pagar pembatas antara rel dan wilayah Kebonharjo pun dirobohkan.