Gasgasan Ajak Kembali ke SMA

325
KARYA VISUAL: Salah seorang pengunjung sedang mengamati hasil karya mahasiswa DKV UKSW. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KARYA VISUAL: Salah seorang pengunjung sedang mengamati hasil karya mahasiswa DKV UKSW. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KARYA VISUAL: Salah seorang pengunjung sedang mengamati hasil karya mahasiswa DKV UKSW. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KARYA VISUAL: Salah seorang pengunjung sedang mengamati hasil karya mahasiswa DKV UKSW. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SALATIGA – Sebanyak 150 karya dipamerkan dalam Diskomvision 7 yang digelar Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW). Diskomvision yang sudah menjadi agenda tahunan ini dihelat selama tiga hari, Selasa hingga Kamis (17-19/5) di Lapangan Basket UKSW.

Dengan mengusung tema “Gasgasan”, Diskomvision kali ini memamerkan karya-karya mahasiswa yang sebelumnya telah melalui tahap seleksi. Karya terbagi menjadi karya dua dan tiga dimensi. Jenis karya yang dipamerkan antara lain fotografi, ilustrasi, tipografi, game, video, dan branding. Lapangan basket UKSW mendadak disulap menjadi arena pameran yang terbagi menjadi tiga ruangan besar. Ruang tersebut digunakan masing-masing sebagai ruang pameran hasil karya cetak, multimedia, dan game.

“Pameran tahun ini kembali dihelat agar dapat menjadi wadah kreativitas mahasiswa. Selain itu juga diharapkan dapat memicu mahasiswa dalam meningkatkan eksistensi berkarya dalam konteks komunikasi visual,” terang kooordinator pameran Anthony YM Tumimomor.

Dijelaskan Anthony, seluruh karya yang dipamerkan juga didasarkan pada tiga konsentrasi yang ada di Prodi DKV yaitu desain grafis, multimedia, serta game. “Konsentrasi desain grafis menampilkan karya-karya seperti instalasi, pixel art, vector dan fotografi. Sementara multimedia menampilkan karya film, animasi, 3D, dan karakter. Game development, story, board dan audio game ditampilkan oleh mahasiswa yang ambil konsenstrasi game,” tuturnya

Gasgasan juga digambarkan seperti perilaku-perilaku masa SMA, sehingga mahasiswa diajak flashback ke masa SMA melalui karya yang dihasilkan. Seperti salah satu karya mahasiswa bernama Yohanes Rio. Karya ilustrasinya ini menggambarkan beberapa aksi anak muda seperti melakukan vandalisme dengan mencorat-coret berbagai fasilitas umum. Aksi yang “kurang tepat” tersebut menurut Yohanes Rio adalah salah satu cara mengekspresikan diri di usia muda tanpa memikirkan dampaknya. (sas/ton)