Adu Canggih Robot Rakitan

778
ADU CANGGIH: Dua orang peserta tampak serius saat mengamati robot mereka dalam lomba ”Robo-Vaganza 2016” yang digelar di Unika Soegijapranata, kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
ADU CANGGIH: Dua orang peserta tampak serius saat mengamati robot mereka dalam lomba ”Robo-Vaganza 2016” yang digelar di Unika Soegijapranata, kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
ADU CANGGIH: Dua orang peserta tampak serius saat mengamati robot mereka dalam lomba ”Robo-Vaganza 2016” yang digelar di Unika Soegijapranata, kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
ADU CANGGIH: Dua orang peserta tampak serius saat mengamati robot mereka dalam lomba ”Robo-Vaganza 2016” yang digelar di Unika Soegijapranata, kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Belasan robot karya siswa SD, SMP, SMA dan umum se-Jateng dan DIJ saling beradu dalam kompetisi ”Robo-Vaganza 2016” yang diadakan di gedung Thomas Aquinas, Unika Soegijapranata, Rabu (18/5). Belasan robot ini beradu ketangkasan melewati garis hitam dalam kelas robot line follower programmable.

Ketua panitia acara, Danu Akbar menjelaskan lomba diikuti 16 tim yang berasal dari kelas small dan big. Untuk kelas big, hanya boleh diikuti pelajar SMA ataupun universitas. Sementara kelas small diikuti siswa SD dan SMP. ”Untuk kelas small diikuti empat tim. Sementara kelas big diikuti 12 tim yang berasal dari Jateng dan DIJ,” katanya.

Robot line follower sendiri, kata dia telah berbasis digital dan dibagi menjadi dua jenis yakni analog dan full digital. Robot jenis ini sendiri, cukup sederhana karena berjalan dengan program dan sensor untuk mengikuti track atau garis. Dalam perkembangannya, robot jenis ini bisa digunakan untuk membantu kinerja manusia misalnya sebagai robot pemadam kebakaran.

”Kalau disempurnakan lagi bisa menjadi robot pemadam, penjinak bom dan masih banyak lagi. Perkembangan robot di kota Semarang sekarang cukup bagus dan berkembang pesat. Bahkan saat ini anak-anak SD pun sudah mulai belajar membuat robot,” tuturnya.