SEMARANG – Jelang penertiban lahan yang terkena jalur reaktivasi rel KA Stasiun Tawang-Pelabuhan Tanjung Emas Semarang oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI), membuat suasana Kampung Kebonharjo, Kelurahan Tanjung Mas memanas. Bahkan, untuk persiapan penertiban tersebut, warga Kebonharjo mendirikan posko yang dijaga warga secara bergiliran.

”Di posko ini selalu ada yang jaga. Hal itu dilakukan apabila ada surat atau informasi penting lainnya, maka langsung tepat sasaran,” kata Ketua RW 10 Kebonharjo, FX Mujiharjo, kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Mujiharjo mengatakan, posko didirikan di Jalan Ronggowarsito dan di wilayah RT 5 RW 10. Selain itu, warga lainnya juga selalu waspada, dengan harapan tidak terjadi sesuatu. ”Dengan penjagaan, warga merasa lebih tenang, meskipun sebenarnya ada perasaan takut,” ujarnya.

Berkaitan dengan adanya surat nomor KA.203/V/19/DO.4-2016 yang akan dilakukan penertiban oleh PT KAI pada Kamis (19/5) besok mulai pukul 09.00, warga merasa waswas. Karena kalau hal itu benar dilakukan, tentunya akan menimbulkan dampak bagi warga. ”Untuk itu, yang perlu dipersiapkan adalah mental, agar jangan sampai terpancing dengan emosi hingga berakibat fatal,” katanya.

Mujiharjo mengatakan, warga Kebonharjo sebenarnya setuju dengan reaktivasi jalur KA, tapi melintasi jalur yang lama. Yakni dari Stasiun Tawang menuju Pelabuhan Tanjung Emas melewati Jalan Ronggowarsito, dan tidak menerjang permukiman warga.